
Salah Satu Poin Keberhasilan Pendidikan Madrasah Ialah Santri Semakin Dewasa
Salah satu tugas penting guru-guru di Madrasah Aliyah Diponegoro ialah bagaimana menolong santri sehingga mereka dapat tumbuh berkembang dan kian dewasa. Dengan menjalani proses pendidikan yang baik harapanya perkembangan emosional, intlektual dan moral santri kian matang.

Selaras dengan maksud tersebut maka diselenggarakanya seminar Mengenal Psikologi Konsep Diri Remaja Muslim, pada 5 Mei 2025 dengan nara sumber Ibu Desi Kartikasari, S.Psi dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY).
Materi seminar dikemas apik dan power. Ibu Desi memaparkan poin-poin kunci konsep diri secara renyah dana atraktif. Para santri mendapati hal baru terkait pentingnya psikologi, belajar observasi, menganalisa diri sendiri, sampai pada tips bagaimana cara membangun kesadaran diri positif. Peserta juga diberikan ruang bertanya dan refleksi.
Pemaparanya mudah dipahami dan stylish. Ibu Desi memperkaya materi dengan membubuhi kisah-kisah yang motivatif dan inspiratif, sarat dengan penguatan-penguatan dan ilmu pengetahuan. “Temukan apa kelebihan kalian, bangun hubungan baik, jangan takut gagal, dan hargai diri kalian!” Demikian pinta nara sumber seminar mencerahkan.

Santri putra dan putri tiada yang absent dari kegiatan seminar kecuali mereka nampak gembira dan bersyukur. Bahkan salah satu santri putri mendapati hadiah beasiswa dari sang nara sumber. Dan beberapa santri lainnya mendapati hadiah buku referensi. Ananda Fitri Ainur Rahmah Kelas XII IPS secara khusus mendapati penghargaan beasiswa dan foto bersama sang nara sumber.
Seminar tentang Konsep Diri berlangsung efektif dan produktif. Seminar pengenalan psikologi ini merupakan salah satu dari 12 mata kegiatan Softskill Workshop & Social Services of XII Grade yang diselenggarakan secara maraton MA Diponegoro pada 2 -25 Mei 2025. Harapanya kelas XII yang merupakan calon alumni perdana ini mereka memiliki bekal yang cukup untuk meniti pendidikan yang lebih tinggi dan mampu meraih penghidupan yang lebih sejahtera.
Dimaklumi bahwa menjadi diri sendiri sederhananya ialah bagaimana berproses mengenal, menerima, dan mengekpresikan jati diri kita secara jujur dan penuh percaya diri. Terus belajar dan bertumbuh selaras dengan minat dan bakat yang kita miliki. Fokus pada hal-hal yang bermanfaat yang membuat kita berkembang dan sentosa.

Pemahaman konsep diri bisa memperlihatkan masalah. Bahwa hal buruk itu buruk. Demikian juga hal baik itu baik. Berikutnya mampu memprosesnya dan mengelolanya secara aktif dan bertanggung jawab sehingga mampu menghindari perilaku yang merugikan diri sendiri. Memiliki konsep diri dapat membantu bagaimana menghadapi masalah dan tangangan hidup dengan lebih solutif dan smart.
Terlambat masuk sekolah, absent dari kegiatan istighasah pagi, meninggalkan salat berjamaah misalnya disadarinya sebagai self sabotaning behavior. Bilamana santri memiliki konsep diri maka perubahan perilaku yang lebih baik akan menguat dan memberikan dampak positif bagi kematangan emosional, kemandirian, wara’ dan perilaku bertanggung jawab.Bj

