
Santri MADIPO Eksplorasi Tanam Padi Organik di Fase Generatif
Santri Madrasah Aliyah Diponegoro Yogyakarta melakukan eksplorasi tanam padi Mentik Wangi organik pada fase generatif di Laboratorium Sains dan Agrobisnis MADIPO pada 28/8/25. Studi ini lebih dari sekedar observasi tanam padi; ia merupakan sarana pembelajaran multifaset yang menyentuh aspek ilmiah, sosial, dan karakter.

Melalui penggalian di lapangan, santri didorong untuk tidak hanya mencatat pertumbuhan tanaman secara kuantitatif, seperti tinggi tanaman, jumlah anakan, dan malai, tetapi juga memahami tanda-tanda organik dari sistem tanam yang mereka terapkan. Tak hanya itu, mereka juga berhadapan dengan tantangan nyata, mulai dari hama seperti tikus dan wereng hingga penyakit jamur yang menyerang tanaman padi mereka.
Namun, yang membuat kegiatan ini begitu bermakna adalah bagaimana prosesnya dibangun untuk menanamkan sikap siddiq, amanah, dan fatanah pada para santri. Studi ini dirancang sebagai laboratorium hidup, di mana para santri belajar menjadi ilmuwan muda yang tidak hanya menganalisis data, tetapi juga menjadi pemimpin dan profesional masa depan yang siap beradaptasi menghadapi masalah pertumbuhan tanaman, teknologi baru, hingga perubahan iklim.
Lembar tugas yang disusun secara sistematis dengan berbagai pertanyaan reflektif mengajak santri untuk berpikir kritis dan kreatif. Misalnya, ketika tanaman terlihat kurang subur, mereka belajar menganalisis faktor lingkungan dan berinovasi mencari solusi, bukan sekedar memberi perawatan seadanya. Ketika teknologi baru diperkenalkan, mereka diajak melakukan uji coba ilmiah yang ketat dan mendokumentasikan hasilnya dengan cermat.

Tantangan dalam kelompok, risiko kegagalan panen, hingga perubahan iklim pun menjadi bagian dari skenario pembelajaran yang mempersiapkan mereka untuk menghadapi dunia nyata pertanian. Santri diberikan ruang untuk merancang strategi pemecahan masalah, mengelola risiko, dan bahkan mempertimbangkan aspek pemasaran hasil panen—semua dengan pendekatan sistematis dan ilmiah.
Studi tanam padi organik ini bukan hanya soal panen yang dihasilkan. Lebih dari itu, ini adalah proses pembentukan karakter dan kecakapan hidup yang membekali para santri untuk menjadi agen perubahan di masa depan pertanian Indonesia. Semangat inovasi dan kerja sama yang mereka kembangkan melalui pengkajian ini adalah modal penting untuk membangun pertanian yang berkelanjutan, mandiri, dan berdaya saing tinggi.
Kepala Madrasah Fauzan Satyanegara menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan tujuan pendidikan pesantren dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak dan berkarakter kuat. “Kami ingin para santri siap menghadapi tantangan zaman dengan ilmu, iman, dan inovasi sebagai bekal utama,” ujarnya.

Melalui penyelidikan di sawah, penguatan sikap siddiq, amanah, dan fatanah serta pengembangan keterampilan berpikir ilmiah, santri Madrasah Aliyah Diponegoro Yogyakarta (MADIPO) mengukir langkah nyata dalam menyiapkan masa depan yang berwawasan luas dan beretika. Ini adalah wujud nyata deep learning yang menghubungkan ilmu dengan karakter dan praktik nyata.Bj
