• 0811-3201-0001
  • madipoyk@gmail.com
  • Maguwoharjo, Yogyakarta
Akademik
Fathul Qarib: DNA Santri Diponegoro – Kecerdasan, Karakter, Kontemporer

Fathul Qarib: DNA Santri Diponegoro – Kecerdasan, Karakter, Kontemporer

Ringkas. Terjangkau. Esensial. Fathul Qarib membentuk santri MA Diponegoro Yogyakarta: berilmu fiqih, mulia akhlak, kontributif bagi bangsa. Rutin setiap Kamis pagi, Guru membacakannya—semua santri hadir, fiqih Syafii hidup dalam praktik harian.

Imam Muhammad bin Idris as-Syafi’i merintis metodologi modern dalam penetapan hukum Islam melalui Mazhab Syafii, yang menekankan maqasid syariah secara seimbang. Pengembangan fiqh ini di Madrasah Aliyah Diponegoro (MADIPO) Yogyakarta memperkuat identitas santri Ahlussunnah wal Jamaah yang adaptif global.

Fathul Qarib al-Mujib, kitab fiqih klasik Mazhab Syafii sebagai syarah matan Taqrib karya Abu Syuja’, menjadi andalan pengajaran fiqih praktis bagi santri MA Diponegoro Yogyakarta.

Kitab ini menyajikan fiqih dasar (thaharah, shalat, zakat, puasa, muamalah) secara ringkas dan berurutan, sehingga santri MA Diponegoro mudah menguasai rukun-syarat ibadah dengan dalil hadis shahih, terbukti efektif via metode bandongan.

Pelajaran Kitab Fathul Qarib via metode bandongan mengoptimalkan pencerdasan intelektual, pembentukan pribadi mulia, dan budi pekerti luhur santri. Guru membacakannya secara lafziyah disertai syarah mendalam; santri mendengarkan, mencatat terjemah, serta menerima penjelasan aplikatif untuk pengamalan harian.

Aspek utama Kitab Fathul Qarib menstimulasi kemampuan berpikir santri. Syarah Ibnul Qosim al-Ghazi ini memiliki struktur analitis sistematis dan dalil berlapis sebagai bukti metodologi fiqih Syafii yang logis dan otoritatif.

Kitab disusun berjenjang: 4 bab utama (ibadah, muamalah, nikah, jinayat) dengan 17 pasal (thaharah 13 sub-pasal, shalat detail rakaat/rukun), memudahkan santri mengurai hukum dari umum ke khusus secara deduktif.

Struktur berurutan—thaharah, shalat, hingga muamalah—melatih logika dan berpikir kritis santri. Hal ini menguatkan kualitas shalat fardhu melalui penguasaan rukun, syarat, serta dalil hadis shahih.

Pengurutan bab thaharah, shalat, zakat, hingga muamalah melatih logika deduktif santri, memaksa menghubungkan rukun-syarat ibadah secara berjenjang, sehingga membangun kemampuan analisis HOTS.

Setiap hukum disertai hadis shahih plus penjelasan logis (illat, qiyas), mendorong santri bertanya “mengapa” (bahsul masail ala bandongan), menghasilkan berpikir kritis dan moderat Ahlussunnah.

Fathul Qarib: rahasia santri cerdas & berkarakter.  Mudrikah Alifaturahmah (16), santri kelas XI: “Pengajaran Fathul Qarib terasa alami & nyaman—buka wawasan luas tanpa beban. Bisa belajar bareng adik-kakak dalam satu majlis. Ilmu padat, belajar jadi menyenangkan!”Bj

Bagikan berita :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *