
Eksperimen Santri MADIPO: Pengeringan Padi Organik Berbasis Energi Matahari untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Penelitian eksperimental yang dilakukan oleh santri Madrasah Aliyah Diponegoro Yogyakarta (MADIPO) menunjukkan bahwa penanaman padi Mentik Wangi secara organik selama periode Mei hingga Oktober menghasilkan panen dengan total 7 karung gabah basah.
Proses pengeringan gabah dilakukan secara alami dengan memanfaatkan energi matahari, sebuah metode yang hemat biaya dan ramah lingkungan.

Pengeringan dilakukan secara sistematis pada jam-jam optimal (pagi dan sore hari) dengan pengawasan kelembaban untuk menghindari risiko jamur dan pembusukan, serta memastikan kualitas gabah sesuai standar mutu, yaitu kadar air di bawah 14%.
Hasil riset ini menegaskan bahwa metode pengeringan alami dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi pengolahan padi bagi petani lokal, sekaligus mendukung ketahanan pangan sehat dan pembangunan berkelanjutan.
Eksperimen penanaman padi Mentik Wangi secara organik menumbuhkan nalar keilmuan, kepemimpinan, kewirausahaan, dan profesionalisme pada santri. Pada 8 Oktober 2025 santri kelas X, Siti Zahra Hubaibah (15 tahun) dan rekan-rekannya melakukan standarisasi penjemuran untuk memastikan bahwa panen padi Mentik Wangi siap digiling.

Zahra berharap pengeringan padi berjalan optimal dengan kadar air di bawah 14%, warna gabah kuning cerah, dan bulir yang bersih dari kotoran serta hampa (kopong). Bilamana pengeringan sesuai standar produk gilingan tidak akan pecah-pecah, bulirnya putih mulus, sangat baik untuk kesehatan, dan tentu layak jual. “Kalau beras bagus, sebagian akan kami jual,” ujarnya penuh keyakinan.Bj
