
Implementasi SPAB dan Serunya Siswa-Siswi Melakukan Simulasi
Baru-baru ini bersama fasilitator Dikpora DIY, Brilistiana SPd, siswa-siswi MA Diponegoro Yogyakarta melaksanakan upaya edukatif dan antisipatif menghadapi darurat sekolah karena becana alam dengan menyelenggarakan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) pada Senin s.d Jumat, 23 Oktober s.d. 3 Nopember 2023.

SPAB menjadi muatan penting bagi MA Diponegoro Yogyakarta. Siswa-siswi belajar dan terlibat dalam penyelamatan dan pemecahan masalah dalam darurat kebencanaan. SPAB terselenggara atas kerja sama Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY dengan Plan International Indonesia.
Ada 54 satuan pendidikan sekolah madrasah, MA/SMA/SMK/SLB se- D.I. Yogyakarta berdasar surat perintah tugas Dikpora DIY Nomor 090/12594 13 Oktober 2023 yang ditugasi untuk implementasi SPAB, termasuk di dalamnya adalah MA Diponegoro Yogyakarta.

Tiada bencana kecuali datangnya sebab kehendak Allah. Tiada seorangpun yang meminta bencana dengan beragam hikmahnya; bala, iqabah, pun azab. Misalnya gempa bumi, sunami, erupsi gunung berapi, banjir, covid 19, peperangan dst.
Dengan melaksanakan SPAB kita menanamkan tauhid kepada murid untuk senantiasa berprasangka baik kepada ketetapan Allah dalam kehidupan, termasuk bencana. Lagian budaya siaga dan aman bagi Madipo sangatlah penting.
Bencana hal gaib. Allah Maha Mengetahui semua yang di bumi dan di langit. Ketahanan menghadapi bencana diperlukan. Iktiarnya bagaimana pengurangan resiko bencana (PRB) dilakukan. Bersama fasilitator Brilistiana SPd siswa-siswi Madipo menjalani implementasi SPAB sedari penilaian diri hingga simulasi.

Siswa-siswi Madipo diorganisasi secara kelompok untuk menyusun dan mengkaji risiko bencana, membentuk tim reaksi cepat dan rencana aksi di madrasah, menyusun standar operasional prosedur penanganan kedaruratan, menyiapkan media komunikasi informasi dan edukasi (KIE), InaRisk, yakni hasil kajian resiko, ancaman dan kerentanan bencana pula melaksanakan penilaian.
Respon bergelombang bermunculan dari anak-anak. Zahra Fitria Ramadhani, Keisha Febya Zerlinda Samsudi, Nazah Lutfiah Fathinah, Gadizza Alkhalifa dll menyaksikan bahwa SPAB amat penting dan banyak manfaatnya. “Seru pelaksanaanya dengan diadakanya simulasi, ini ilmu baru bagi kami”, demikian Gadizza mengisahkan.

Musa Abdillah, Akbar Arbian Saputra dkk juga menimpali asyik. Bahwa ilmu pengurangan resko bencana pada SPAB dengan dibarengi praktik langsung memberi banyak faedah, tidak semata duduk karena belajar di kelas. “Kita menjadi terbekali mengingat Yogyakarta memiliki gunung yang aktif dan acap kali erupsi”, Akbar menjelaskan.
Sementara itu Manajer KBM Madiponegoro Yogyakarta, Afrizka Premana Sari MSi bersyukur program SPAB yang sejatinya sudah lama menjadi niatan madrasah bisa ditunaikan dengan kerja sama yang baik ini, Dikpora DIY dan Plan Indonesia. Mengingat Jogja memiliki kerawanan bencan sebagai mana yang sudah gempa bumi, erupsi gunung merapi, angin puting beliung atau angin ribut misalnya.

Anak-anak telah menjalani program ini sessi-demi sessi berjalan sangat baik. Konteks SPAB juga menjadi bagian dari respon madrasah dalam melaksanakan Kurikulum Merdeka, khususnya pada pelaksanaan Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil ’Alamin (P52RA).

Kami berharap warga madrasah dan lingkungan sekitar aman dari bencana. Implementasi SPAB dapat membangun ketahanan siswa-siswi dalam menghadapi bencana. Melaksanakan SPAB sebagai konsekuensi bagaimana kita berusaha untuk bisa mendapatkan ridla Allah atas segala ketetapan-Nya.
Bahwa kita warga Jogja hendaknya merawat kearifan yang kita miliki, demikian Afrizka menuturkan pada Rabu, 8 Nopember 2023 di ruang kerjanya, MA Diponegoro Yogyakarta Sembego Maguwoharjo.

Sessi akhir simulasi SPAB. Bencana gempa bumi yang disutradarai Brilistiana SPd dirancang sedemikian rupa. Warga madrah menjadi pemain seluruhnya, segenap murid, guru, karyawan sampai jajaran pimpinan dan kepala madrasah. Sirene menderu angker. Murid-murid sedang dalam pembelajaran. Jam 13.45 WIB terjadi gempa bumi.

Sirene meraung-raung, pembelajaranpun pecah. Warga madrasah dalam kegentingan. Siswa-siswi sibuk mencari aman. Ada yang lari ada pula yang bertahan di bawah meja dan mencari area yang aman. Tak lama aba-aba guru meminta siswa tenang dan bergegas meninggalkan kelas menuju halaman yang lapang.
Di titik kumpul yang sudah di siapkan Kepala MA Diponegoro Yogyakarta, Fauzan Satyanegara menenangkan warga madrasah sembari mengecek anak-anak untuk memastikan semua selamat. Betul ada dua anak yang belum ketemu. Dari kejauhan nampak petugas kesehatan, Annisa Prita Sulistiyani, Alia Keisha Fauwzia membopong korban, Arum Dwi Anyelir kelas X yang berdarah-darah lantaran kejatuhan genting. Sementara masih 1 yang belum ketemu.

Tim evakuasi Taufiq Nur Fadhilah, Diky Darmawan dkk bergegas menyisir ke madrasah. Benar saja Raihan Satria Nugraha kelas X kejebak di kamar mandi dan naas saat mau melompat nabrak tiang listrik yang mengakibatkan patah tulang kaki kanan. Meskipun patah kaki Raihan yang jago akting masih bisa lari menuju titik kumpul di halaman lapang madrasah. Sontak saja teman-teman menyambutnya dengan bahagia dan canda tawa. Bj
