
IPNU MADIPO → UGM: Santri yang Finis Pertama

Seperti biji padi di lereng Merapi, Muhammad Ihsan Musyaffa tumbuh subur dari Madrasah Aliyah Diponegoro (MADIPO). Mantan Ketua IPNU Komisariat 2022-2023 ini kini bersinar di S1 Proteksi Tanaman UGM—bukti formula MADIPO yang menjadikan santri pemimpin finis pertama.
Tahun 2019, Ihsan mondok di Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro. Di MADIPO, ia menyerap embun kurikulum pesantren dan Kemenag: kajian Bulughul Marom, istighosah pagi, sholat dhuha berjamaah, hingga Bahasa Arab, Al-Quran Hadist, Aqidah, Fiqh, dan turats Islam lainnya. ‘Di MADIPO, saya temukan dunia baru—khususnya hukum-hukum Islam yang mendalam,’ kenangnya.
Guru-guru MADIPO seperti penyair mimpi: dampingi lomba bakat, pupuk kepemimpinan IPNU, drilling UTBK hingga gerbang UGM terbuka. “Pendampingan lomba, organisasi IPNU, dan UTBK itulah yang paling ngena—sampai kuliah impian,” ujar Ihsan, mantan Ketua IPNU Komisariat MADIPO 2022-2023.
MADIPO tempa karakter halus: pemilahan sampah jadi akar kepedulian lingkungan abadi, komputer riset dan pojok baca oase ilmu, bertani semai benih studinya di UGM. ‘Program bertani ajarkan tanam benar—tanaman bernilai ekonomis sekaligus pelestarian alam berkelanjutan,’ tambah Ihsan.

Kini di UGM, Ihsan menari ritme kuliah padat—praktikum nonstop, sahabat nusantara—sambil merancang fast track magister atau studi Eropa. Pesannya tegas untuk MADIPO: ‘Terus inovasi, pertahankan kualitas, jadilah mercusuar pilihan.” Ukirlah karakter, peluk bakat, terangi masa depan gemilang!
