
MADIPO Luncurkan Workshop Biochar: Santri Ciptakan Karbon Negatif ala IPCC

Yogyakarta, 8 Maret 2026 – Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro (MADIPO) menggelar workshop profesional Biochar Technician Inovatif, menjadikan 38 santri STEAM sebagai pionir karbon negatif di kalangan madrasah Indonesia. Dengan metodologi pirolisis tiga stasiun – Gunung Tunggal, Soil Pit, Kon-Tiki – peserta produksi 40 kg biochar berkualitas dari limbah beras “Madipo Premium”.

Dipandu Fauzan Satyanegara, workshop 4 SKS ini mengintegrasikan teori IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) dengan praktik lapangan. Biochar hasil pirolisis 450-700°C menawarkan reduksi GRK 30-50% plus sekuestrasi CO₂ 2-5 ton/hektar/tahun, sekaligus meningkatkan hasil panen urban farm 25%.

Santri MADIPO tidak hanya mendalami Al-Qur’an, melainkan mewujudkan solusi iklim global melalui biochar – kompos super matang 7 hari, pupuk cair premium, hingga filter air sumur – dengan potensi keuntungan ekonomi ,” ujar Fauzan Satyanegara, penggagas program STEAM.
Tiga Inovasi MADIPO:
- Biochar Tea – Pupuk cair 1:10 untuk hidroponik santri
- Kompos Biochar – Media tanam 50:50, porositas optimal
- Net-Zero Certification – Target Adiwiyata Mandiri 2027

Workshop ini sejalan SDGs 13 (Climate Action) dan QS. Ar-Rum:41 tentang tanggung jawab menjaga bumi. Sertifikat “Biochar Technician MADIPO” diberikan kepada seluruh peserta, membuka peluang kolaborasi dengan agensi lingkungan internasional.
Dengan pendekatan STEAM terintegrasi, MADIPO Yogyakarta menempatkan diri sebagai pionir pendidikan karbon net-zero pertama di Asia Tenggara – menciptakan model komoditas berkelanjutan yang berpotensi diekspor secara global.Bj

