• 0811-3201-0001
  • madipoyk@gmail.com
  • Maguwoharjo, Yogyakarta
Acara
Pramuka Madrasah DIY: Garuda Digital Bercahaya 2030

Pramuka Madrasah DIY: Garuda Digital Bercahaya 2030

Mewujudkan Pramuka Madrasah Unggul di Era Digital menjadi sorotan utama Musyawarah Kesiswaan (MKKS) Madrasah Aliyah DIY 2025. Dalam paparanya, Barozi, SE, staf Kwarda DIY asal Sleman, menggambarkan transformasi Gerakan Pramuka yang mandiri, inovatif, dan kental nilai budaya Yogyakarta.​

Visi Bercahaya Menuju 2030

Bayangkan Pramuka yang tak hanya tangguh di alam terbuka, tapi juga lincah berinovasi di dunia digital—itulah visi Kwarda DIY 2025-2030: “Pramuka mandiri, unggul, berbudaya, dan inovatif, dijiwai nilai keistimewaan.” Misi ambisiusnya? Modernisasi organisasi, pembinaan anggota selaras zaman, pengabdian masyarakat, dan kemitraan strategis. Strategi inti: penguatan gugusdepan (Gudep), akreditasi ketat, serta pencapaian Tanda Kecakapan Pramuka (TKP) Garuda dan Istimewa, ditopang Satuan Karya Pramuka (Saka).​

Akreditasi: Jaminan Mutu Lapangan

Seperti inspeksi mendadak di medan perang, akreditasi Gudep berpijar berdasarkan Keputusan Kwarnas No. 203/2011. Tim asesor turun lapangan untuk verifikasi: dari keanggotaan Siaga hingga Pandega, administrasi rapi, kompetensi pembina, hingga sarana prasarana. “Tujuannya melindungi masyarakat dari pendidikan kepramuka setengah hati,” tegas materi ini, lengkap dengan visitasi untuk cek fakta langsung.​

Garuda Melambung: Kisah Peningkatan Drastis

Dari 20 Garuda tahun 2015, DIY melejit ke 1034 pada 2024—total 3566! Program “Sagu Min Saga” (satu Gudep minimal satu Garuda per tahun) dan target 100 per Kwarcab jadi katalisator. Gunungkidul unggul (1393), diikuti Yogyakarta (1035). Pada 2024, Penggalang dominasi (412), sementara Pandega masih langka (4).​

Istimewa: Sentuhan Budaya Jawa

Bukan Garuda biasa, Pramuka Istimewa DIY merangkul nilai luhur Yogyakarta—dari religio-spiritual hingga kesenian batik dan tembang Jawa—berlandaskan UU Pramuka 2010 serta PERDA budaya. Target 2025: 278 pelantikan, dengan Gunungkidul (86) dan Kota (60) di barisan depan. “Pengayaan nasional dengan keunggulan lokal,” begitu semangatnya.​

Saka dan Dukungan: Api Semangat Terus Menyala

15 Saka DIY (PP No.03/2021) jadi wadah praktik kode etik: kemah Gudep, musyawarah ambalan, hingga kolaborasi madrasah. Aktivitas alam terbuka dan Pancasila-based ini tak hanya menantang, tapi juga membentuk pemimpin masa depan. “Terima kasih atas komitmen semua pihak,” tutup materi, mengajak Pramuka Madrasah DIY terus berprestasi.Bj

Bagikan berita :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *