• 0811-3201-0001
  • madipoyk@gmail.com
  • Maguwoharjo, Yogyakarta
Berita
Uji Publik Kurikulum MA Diponegoro 2025/2026 — Meretas Jalan Emas Membangun Generasi Visioner

Uji Publik Kurikulum MA Diponegoro 2025/2026 — Meretas Jalan Emas Membangun Generasi Visioner

Selasa, 16 September 2025 – Madrasah Aliyah (MA) Diponegoro menggelar Uji Publik Kurikulum Tahun Ajaran 2025/2026 sebagai langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan dan memperkuat karakter peserta didik. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY, pendamping madrasah, pimpinan yayasan, dewan guru, komite madrasah, wali murid, hingga perwakilan siswa.

Dalam sambutannya, KH M Syakir Ali, MSi menyampaikan rasa syukur atas prestasi gemilang lulusan MA Diponegoro, di mana 13 dari 20 siswa berhasil diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Beliau menekankan pentingnya istiqomah para guru dalam mendidik santri, penguatan try out sesuai minat bakat siswa, serta peningkatan manajemen sekolah demi kemajuan bersama. “Kalau MA kita terus ditingkatkan, maka akan memberi peluang besar bagi siswa SMP/MTs untuk melanjutkan pendidikan di MA Diponegoro,” ujarnya.

Acara inti dipandu oleh Afriska Premana Sari, M.Sc. yang memaparkan kurikulum baru sekaligus analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Kekuatan utama MA Diponegoro terletak pada kualitas guru yang kompeten dan siswa yang berprestasi, sedangkan kelemahan masih berkaitan dengan sistem manajemen internal serta keterbatasan sarana prasarana. Peluang besar hadir dari dukungan masyarakat, jaringan Nahdliyin, dan relasi eksternal yang luas. Adapun tantangan yang perlu dihadapi antara lain tuntutan digitalisasi dan persaingan dengan sekolah unggulan lain di sekitar Sleman.

Paparan juga menegaskan acuan pengembangan kurikulum yang berlandaskan pada standar nasional pendidikan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti STEM, teori pendidikan terbaru seperti pendekatan Deep Learning dan KBC, serta kondisi aktual madrasah. Tujuan kurikulum ini adalah menjadi acuan operasional bagi seluruh guru, kepala madrasah, dan stakeholder, sekaligus mewujudkan keunggulan visi dan misi MA Diponegoro dalam praktik nyata.

Karakteristik sosial budaya madrasah turut menjadi sorotan, di antaranya keterlibatan aktif orang tua dalam kegiatan parents meeting bulanan, budaya santri yang menjunjung moderasi beragama, budaya literasi yang bekerja sama dengan DPAD DIY, budaya peduli lingkungan dengan pengelolaan sampah berbasis 5R, hingga budaya riset ilmiah yang dibekalkan sejak kelas X. Peserta didik MA Diponegoro saat ini berjumlah 35 siswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan rata-rata kemampuan intelektual tinggi. Sejak awal, mereka juga dibekali program kemandirian dan keterampilan seperti riset kebun, koperasi siswa, hingga English Conversation.

Berbagai pihak turut memberikan masukan berharga. H Sidik Pramono, S.Ag., M.Si. menekankan pentingnya sosialisasi kurikulum sebelum pertengahan Juli, penguatan ilmu praktis, dukungan orang tua, serta monitoring yang konsisten dari kepala madrasah. Komite Madrasah, Ibu Siti Mafrudlah, menyampaikan apresiasi atas perubahan positif yang dirasakan orang tua dalam aspek akademik maupun religius, serta mendorong pembentukan ikatan alumni sebagai wadah silaturahmi, promosi sekolah, dan tracer study. H Nur Wahyudin Al Azis, M.Pd. menambahkan catatan teknis agar kurikulum lebih komprehensif secara kuantitatif, termasuk integrasi rapor pendidikan, indikator profil pelajar Pancasila, serta penerapan strategi mentoring berbasis TIRTA.

Selain itu, wali murid menyoroti pentingnya pengawasan kegiatan sore, sosialisasi kurikulum ke SMP/MTs, serta kegiatan pengabdian alumni di masyarakat. Perwakilan siswa berharap agar guru terus berinovasi dalam pembelajaran sehingga potensi siswa dapat terfasilitasi dengan optimal.

Kepala MA Diponegoro, Fauzan Satyanegara menutup kegiatan dengan menyampaikan rasa terima kasih atas seluruh masukan, kritik, dan dukungan. Beliau menegaskan bahwa uji publik ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya nyata untuk melahirkan kurikulum yang adaptif, berkarakter, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan kolaborasi erat antara guru, yayasan, orang tua, dan siswa, MA Diponegoro optimis bahwa kurikulum Tahun Ajaran 2025/2026 akan menjadi fondasi kuat dalam mencetak generasi visioner, berilmu, dan berakhlakul karimah.

Reporter Himmatul Ulya

Bagikan berita :