
Tryout Pertama UTBK Madrasah: Bekal Berharga Santri Menuju PTN

Latihan memberikan pengalaman dan berkontribusi dalam memperbaiki perilaku belajar. Santri Madrasah Aliyah Diponegoro Yogyakarta (MADIPO) melaksanakan tryout ujian masuk perguruan tinggi negeri berbasis komputer (UTBK) pada 25 Agustus 2025. Pelaksanaan tryout dipimpin koordinator program bimbingan UTBK, Yati Kusrini SSi dengan peserta santri Kelas X, XI dan XII.

Yati berharap peserta tryout mendapatkan pengalaman yang mirip mengerjakan UTBK, menajamkan kecerdasan, mengurangi rasa cemas ketika menghadapi ujian dan santri cakap memanage waktu mengerjakan soal-soal.
Manager Kurikulum dan Kegiatan Belajar Mengajar, Afrizka Premana Sari MSc, menguatkan bahwa MADIPO melaksanakan tryout sedari awal untuk mendata kemampuan akademik para santri. Data akademik sangat berguna dan dapat membantu giat belajar santri sehingga kian terarah untuk dapat membimbing dengan baik kemana pilihan perguruan tinggi yang mereka tuju.
Bimbingan masuk perguruan tinggi bagi santri melalui tryout sejak kelas X hingga XII merupakan langkah strategis madrasah dalam memberikan layanan pendidikan prima kepada masyarakat. Pelaksanaan tryout perdana ini dilakukan dalam dua sesi, yaitu di MIMAGO dan MADIPO, sebagai solusi atas keterbatasan sarana dan pendampingan. Langkah ini menunjukkan komitmen madrasah dalam mempersiapkan santri secara optimal menghadapi seleksi perguruan tinggi dengan pendekatan yang terencana dan berkelanjutan.

Salah satu satri Kelas X, Nurul Safitri (15) mengisahkan, tryout asyik dan menantang. Sebagian bisa saya jawab sebagian yang lain sulit dan tidak saya kerjakan. Saya tertantang untuk belajar giat dan kelak bisa masuk di FK-KMK UGM Ilmu Keperawatan.Ucapnya singkat dan kuat.
Annisa Prita Sulistiyani (17), santri kelas XII, mengaku kewalahan menghadapi 160 soal tryout UTBK. Ia merasakan soal-soalnya cukup sulit dan rumit. Kesulitan terbesar datang dari banyaknya kosa kata baru yang masih asing baginya sehingga membuat pemahaman menjadi terhambat. Meskipun demikian, Annisa tetap optimis dan yakin dengan mimpinya untuk diterima di Teknik Sipil UGM atau ITS.

Kepala MADIPO, Fauzan Satyanegara, mengapresiasi kerja cerdas para guru yang telah melakukan berbagai upaya kreatif dalam mengajar, melatih, membimbing, dan membantu santri agar mampu meraih prestasi terbaik. Ia menegaskan bahwa civitas madrasah terus mendorong seluruh santri untuk berdaya dan mencapai nilai di atas passing grade sebagai bekal sukses mereka.Bj
