
Formasi Mutu MA Diponegoro: Kepercayaan Nasional dan Jalan Menuju Pentas Global
SEMBEGO, — Madrasah Aliyah (MA) Diponegoro Yogyakarta memasuki fase pembangunan tiga tahun kedua yang berfokus pada kemandirian lembaga dan perluasan dampak pendidikan. Target tersebut menandai peringatan hari lahir ke-5 madrasah yang jatuh pada Kamis (22/10/2026). Pada tiga tahun pertama sebelumnya, institusi ini memfokuskan diri pada pengembangan inovasi.

Kepala MA Diponegoro, Fauzan Satyanegara, mengatakan bahwa pengelola madrasah, guru, dan santri kini mengemban amanat dari para pendiri untuk memperkuat eksistensi dan capaian prestasi.
“Ke depan, kita bersama harus mempersiapkan agar madrasah ini lebih mandiri dan kian besar memberikan pelayanan serta kemanfaatan bagi mutu generasi masa depan,” kata Fauzan saat memberikan sambutan dalam acara tasyakuran di Sembego, Maguwoharjo, Jumat (23/10/2026).
Fauzan menjelaskan, orientasi lulusan madrasah diarahkan pada tiga prinsip utama, yaitu transformatif, unggul dalam prestasi (outstanding), dan teguh pada prinsip nilai islami, al mabadi al khamsah.

Inovasi dan Beasiswa
Untuk mendukung target tersebut, MA Diponegoro tahun ini mengembangkan Laboratorium Sains dan Laboratorium Kewirausahaan. Fasilitas ini mengintegrasikan metode pembelajaran sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika atau STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics). Pengajaran di laboratorium tersebut menerapkan pendekatan humanis yang disebut Kurikulum Cinta.
Fasilitas laboratorium ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana akademis, tetapi juga menghasilkan pendapatan bagi madrasah melalui unit usaha agribisnis. Saat ini, para santri dilibatkan langsung dalam proyek budidaya padi mentik organik dan penanaman cabai kantil sebagai bagian dari inkubasi kewirausahaan.

Di bidang akademik, MA Diponegoro kembali terpilih sebagai salah satu penerima beasiswa dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia untuk program persiapan masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Program ini melibatkan guru, tentor, dan mitra madrasah untuk membimbing para santri. Tahun lalu, madrasah mencatat 80 persen lulusannya berhasil diterima di berbagai PTN di Indonesia.
Mutu Global
Salah satu perwakilan panitia pendiri madrasah, Siti Fatonah, mengingatkan bahwa sejak awal berdiri, lembaga ini ditargetkan menjadi madrasah unggulan dengan kualitas global. Menurut dia, standar global tidak selalu diukur dari penyematan label internasional pada nama sekolah.

“Indikatornya berada pada mutu, prestasi, layanan, kurikulum, serta lulusan yang berkelas dunia. Penguasaan bahasa Inggris juga harus terus dikembangkan sebagai bagian dari kultur harian di madrasah ini,” ujar Siti yang juga menjabat sebagai Kepala SMP Diponegoro Depok.
Rangkaian peringatan hari lahir ke-5 MA Diponegoro ini berlangsung khidmat selama tiga hari. Dimulai dari regenerasi kepemimpinan organisasi santri IPNU-IPPNU, upacara bendera Hari Santri Nasional (HSN), hingga muqadaman khataman Al-Qur’an. Puncak kebahagiaan dan rasa syukur warga madrasah itu mengental saat acara ditutup dengan doa bersama, pembacaan manaqib oleh KH Muhammad Zaidun, serta tradisi potong tumpeng dan makan bersama ala kembulan pesantren.Bj

