
Akselerasi Transformasi, MADIPO Bidik Standar Internasional di MBI Amanatul Ummah Mojokerto
MOJOKERTO, – Dalam upaya mendongkrak daya saing akademik menuju tata kelola berstandar global, Madrasah Aliyah Diponegoro Yogyakarta (MADIPO) melaksanakan kunjungan studi tiru ke Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur. Kegiatan strategis ini berlangsung selama tiga hari, Rabu hingga Jumat (23–25 September 2026).
Rombongan yang terdiri dari jajaran pimpinan madrasah serta para guru menjadikan MBI Amanatul Ummah sebagai tolok ukur (benchmarking). Fokus utamanya adalah mengadopsi praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan institusi pendidikan Islam bertaraf internasional untuk diadaptasi di MA Diponegoro Yogyakarta.

Ketua Panitia Studi Banding MA Diponegoro, Didin, menjelaskan bahwa observasi dilakukan secara menyeluruh mencakup aktivitas spiritual hingga akademis. “Agenda dimulai sejak pukul 03.00 WIB dengan mengikuti aktivitas keagamaan santri, seperti salat malam dan tadarus Al Quran, disusul pengamatan langsung proses belajar-mengajar di kelas yang menerapkan standar internasional,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Sabtu (3/10/2026).
Selain proses pembelajaran, rombongan mendalami aspek manajemen program unggulan MBI Amanatul Ummah. Hal ini meliputi tata kelola pembagian tugas kerja kurikulum, persiapan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), tes kemampuan akademik, pembinaan kompetensi olimpiade sains, hingga sistem penerimaan siswa baru.

Kepala MA Diponegoro Yogyakarta, Fauzan Satyanegara, menegaskan kunjungan ini merupakan bagian dari cetak biru (blueprint) transformasi pendidikan di lembaganya. “Kami mengkaji enam aspek utama, mulai dari manajemen pembelajaran, pembinaan prestasi, hingga penguatan budaya spiritualitas kepesantrenan. Kami ingin memastikan MA Diponegoro terus bergerak maju dengan mengadopsi sistem dari lembaga yang sudah mapan dan terbukti berhasil,” kata Fauzan.
Kunjungan ini disambut hangat oleh Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Profesor Asep Syaifuddin Chalim. Ia berharap momentum ini menjadi pemantik kolaborasi jangka panjang antarlembaga pendidikan Islam di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Profesor Asep juga memberikan pesan mendalam bagi para tenaga pendidik.

“Kiyai Asep berpesan agar para guru senantiasa menempa kompetensi diri, memberikan pembelajaran secara optimal, serta menjadi teladan moral bagi santri. Guru juga diharapkan menganggap murid sebagai anak kandung sendiri dan selalu mendoakan keberhasilan mereka. Kami sangat terbuka untuk berbagi pengalaman,” tutur Kiyai milyader yang dermawan tersbebut
Rangkaian kunjungan ditutup dengan sesi ramah tamah bersama pengasuh pesantren sebelum rombongan kembali ke Yogyakarta. Berdasarkan hasil evaluasi studi tiru ini, MA Diponegoro berkomitmen melakukan transformasi sistem pendidikan madrasah yang profesional, berdaya saing tinggi, dan tetap berakar pada nilai-nilai keislaman.Bj

