• 0811-3201-0001
  • madipoyk@gmail.com
  • Maguwoharjo, Yogyakarta
Berita
Finansial Kuat, Santri Hebat: Langkah Taktis MA Diponegoro Yogyakarta Hadapi UTBK dan Tantangan Global

Finansial Kuat, Santri Hebat: Langkah Taktis MA Diponegoro Yogyakarta Hadapi UTBK dan Tantangan Global

YOGYAKARTA — Stabilitas fiskal lembaga dinilai menjadi fondasi utama dalam memuliakan profesi guru serta mendongkrak mutu pelayanan pendidikan berbasis pesantren. Arah kebijakan strategis tersebut menjadi agenda krusial dalam forum evaluasi tata kelola yang digelar Madrasah Aliyah (MA) Diponegoro Sleman bersama Pengasuh Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro, KH Muhammad Syakir Ali, di Sembego Maguwoharjo Depok Sleman, DI Yogyakarta.

Kepala MA Diponegoro Fauzan Satyanegara menyampaikan, forum konsultasi (hearing) berkala ini sangat krusial untuk mengevaluasi kinerja sekaligus merumuskan kebijakan taktis bagi pengembangan madrasah ke depan. Salah satu sektor yang menjadi perhatian utama dalam pertemuan tersebut adalah kesehatan finansial lembaga.

Berdasarkan laporan Bendahara Madrasah Hima Aulia, realisasi pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) saat ini belum menyentuh angka 80 persen. Di sisi lain, pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Nasional telah menyelesaikan seluruh tahapan pemberkasan dan siap dicairkan melalui rekening Bank Mandiri madrasah.

Merespons kondisi tersebut, KH Muhammad Syakir Ali menegaskan pentingnya stabilitas keuangan sebagai basis utama untuk meningkatkan kapasitas sumber daya guru dan pelayanan interaksi edukatif. Pihak pesantren menetapkan target agar tingkat pembayaran SPP minimal mencapai 90 persen, dengan toleransi maksimal 10 persen santri yang belum menyelesaikan kewajibannya.

“Keuangan madrasah harus sehat karena akan menopang peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan pendidikan,” kata Syakir Ali.

Daya saing akademik

Selain penataan internal, MA Diponegoro juga memperluas ruang pengembangan kompetensi global santri melalui penguasaan bahasa Inggris. Langkah ini dikoordinatori oleh Divisi Pengembangan Bahasa Inggris yang dipimpin Ardiani Nur Fadhila. Madrasah mengintegrasikan pelatihan intensif selama sepekan dan agenda English Week Festival untuk memacu kapasitas komunikasi internasional seluruh santri. Penguasaan bahasa ini dinilai vital sebagai instrumen taktis bagi keberhasilan santri menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Di bidang kurikulum, Wakil Kepala Bidang Departemen Kurikulum dan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Muhammad Yunus menjelaskan, madrasah telah mengadopsi sistem pembelajaran adaptif. Guna menghadapi TKA yang berlangsung pada penghujung Oktober ini, para santri telah dibekali bimbingan intensif serta simulasi ujian (try out) sebanyak enam kali.

Di lingkungan asrama, pembinaan karakter juga diperketat. Melalui program Most Valuable Person (MPV), Ahmad Hafidudin melaporkan bahwa madrasah secara konsisten menginternalisasi nilai-nilai disiplin, amanah, siddiq, adil, dan taawun (tolong-menolong). Sebagai bentuk apresiasi, portofolio santri terbaik diumumkan setiap bulan. Syakir Ali meminta para guru aktif menyambangi asrama dan melakukan pembinaan secara bergilir untuk memastikan kedisiplinan berjalan konsisten.

Menyongsong Penerimaan Peserta Didik Baru (PSB) 2027, ekspansi kelembagaan mulai dirancang dengan target minimal satu kelas baru melalui penguatan media sosial dan kanal komunikasi yang lebih efektif. Sementara itu, dari sisi infrastruktur pendukung, perwakilan panitia pendiri, Rofiq Anwar, menambahkan bahwa pembangunan area parkir terus berjalan seiring penjajakan kerja sama dengan Bank BNI dan Bank BPD Syariah DIY demi mendukung integrasi sistem keuangan antarsatuan pendidikan di bawah yayasan.

Pada arahan penutupnya, Syakir Ali mengingatkan bahwa keberlanjutan mutu madrasah tidak bisa bertumpu pada figur individu saja. Penunjukan penanggung jawab tetap penting, tetapi setiap kegiatan dan pelayanan harian harus ditindaklanjuti secara kolegial.

“Kekuatan madrasah tidak hanya terletak pada siapa yang memegang amanah, tetapi pada bagaimana seluruh warga madrasah bekerja bersama,” ujarnya.Bj

Bagikan berita :