
Behavior Training, Latih Kepemimpinan Santri Melalui Pembiasaan Istighasah dan Penguatan Positif
Membentuk dan mengubah perilaku dapat dilakukan, direncanakan, dilaksanakan dan mesti dibiasakan. Proses pembentukan membutuhkan tahapan, waktu dan fasilitasi. Masing-masing anak memiliki daya tumbuh kembang dan kecakapan yang berbeda-beda. Kontribusi pendidikan yang dikembangkan MADIPO ialah bagaimana madrasah melatih kemampuan kepemimpinan santri sehingga kelak mereka siap menjadi pemimpin dan dipimpin.

Santri MADIPO melaksanakan istighasah pagi sebagai usaha sadar akan pentingnya penguatan positif dan pembentukan karakter santri yang jujur, amanah, adil, ta’awun dan istiqamah melalui giat istighasah setiap pagi yang dilaksanakan secara simultan diwaktu duha. Tiada santri yang kelak akan menjadi warga dunia kecuali mereka akan memimpin dan dipimpin.
Kesiapan santri MADIO menghadapi tantangan dan peluang masa depan diperkuat melalui kurikulum implisit madrasah. Santri dilatih untuk memiliki kemampuan memimpin dan dipimpin. Setiap pagi hari simultan denga waktu duha mereka melaksanakan giat istighasan. Daya belajar, kecerdasan, rasa tanggung jawab dan sifat adil santri dikuatkan dan dibentuk.

Perkembangan fisik santri perlu dijaga demikian juga perkembangan jiwa mereka. Istighasah dikonstruksi untuk berkontribusi pada keberhasilan pendidikan dan masa depan santri yang sejahtera lagi berderajat mulia. Santri membaca kalimat tawasul, Qs. Alfatihah, Asmaul Husna, Qs Yasin, lafadz Azan, ayat Kursi, Qs Ali Imran 3: 154, QS Al Fatih 48: 29, QS At Taubah 9: 168-189, QS Al Hasr 59: 21-24, lafadz zikir Az Kiya’ dan doa pembuka kegiatan belajar mengajar.
Serangkaian amaliyah istighasah diikuti kegiatan pendukung yaitu speech atau English conversation dengan tema-tema penting terkait visi, misi dan pengembangan pendidikan MADIPO. Yakni vison, mission & goals, 7 kesy to succes for santri, 5 characters of santri, 9 commitmens of santri, and 5 habits of santri. Melalui istighasah ini MADIPO menyiapkan generasi masyarakat terbaik masa depan. Yakni generasi yang benar (siddiq), amanah, ta’awun (kolaboratif), adil dan tangguh (istiqamah).

Tiada hari yang sia-sia kecuali penguatan niat mencari Ilmu dan peningkatan kapasitas diri santri dibangun. Istighasah mengikhbarkan optimisme santri akan keberhasilan pendidikan, kesejahteraan dan keberuntungan masa depan. Semangat di masjid-masjid sebagai mana di hari Jumat bagi kaum muslimin dikembangkan di madrasah. Setiap hari santri diingatkan, diberikan nasehat, refleksi diri dan pentingnya memupuk jiwa leadership.
Mulanya giat istighasah dipimpin guru. Beberapa waktu kemudian kegiatan opening MADIO ini dipimpin dan diorganisasi santri melalui organisasi intra madrasah IPNU IPPNU. Santri putra dan putri memiliki peluang yang sama untuk memimpin ritual pagi madrasah ini. Semua santri tanpa kecuali mendapati training menjadi pemimpin dan di pimpin, agar kelak dapat menjadi sosok yang berpengaruh dan mampu memberi manfaat bagi diri, keluarga, dan warganya. Bj

