• 0811-3201-0001
  • madipoyk@gmail.com
  • Maguwoharjo, Yogyakarta
Akademik
Geliling dan Inovasi Hijau: Eksperimen Ekoteologi Santri dalam Mewujudkan Madrasah Bersih dan Nyaman

Geliling dan Inovasi Hijau: Eksperimen Ekoteologi Santri dalam Mewujudkan Madrasah Bersih dan Nyaman

Deklarasi Gerakan Peduli Lingkungan (Geliling) telah dilaksanakan secara besar-besaran di lingkungan Pendidikan Yayasan Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro Sembego Maguwoharjo pada 16 Oktober 2025. Tidak kurang dari 1.500 santri secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk menjadi penjaga lingkungan sekolah yang bersih, indah, dan nyaman.

“Bersih itu iman. Bersih itu nyaman. Mulai hari ini, kita semua—warga sekolah, Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro, dan jamaah Masjid Al Husna Sembego—berkomitmen dan istiqamah mewujudkan lingkungan yang bersih, indah, dan nyaman. Mari kita jaga dan rawat bersama demi kebaikan kita semua.”

Apel deklarasi dipimpin oleh Drs H Muh Khoerudin dengan pembina KH Muhammad Syakir Ali, Pengasuh Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro dan diikuti oleh seluruh peserta deklarasi. Peserta terdiri dari Pengurus Yayasan, takmir masjid, guru, karyawan, serta siswa-santri dari jenjang RA, MI, SMP, SMK, MA, dan Pondok Pesantren.

Deklarasi Geliling menginspirasi santri Madrasah Aliyah Diponegoro Yogyakarta (MADIPO). Husna Rofiqah dan kawan-kawan berpikir kreatif serta menunjukkan sikap responsif dan bertanggung jawab atas misi dan tujuan deklarasi Geliling.

Kenyamanan tidak datang dari hal-hal simbolis semata, keindahan madrasah bukan hasil penciptaan instan, dan kebersihan bukan hanya dipelihara karena paksaan. Semua itu terwujud dari rasa tanggung jawab dan tindakan nyata yang lahir dari buah iman sebagai makhluk yang bersyukur.

Husna (16), santri yang belum lama ini terpilih sebagai Ketua IPPNU PK MADIPO Periode 2025-2027, merancang sebuah project inovatif untuk menjadikan madrasah sebagai destinasi pendidikan yang cantik dan menyenangkan. Dengan visi yang segar dan semangat futuristik, Husna dan timnya menciptakan taman bunga matahari yang indah sebagai simbol harapan dan kehidupan. Mereka memanfaatkan sampah organik yang sebelumnya dikelola menjadi kompos berkualitas sebagai media tanam yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Benih bunga matahari disemai dengan penuh kesabaran dan ketelitian, mengikuti prinsip-prinsip perawatan ilmiah yang modern. Melalui semangat Gerakan Peduli Lingkungan (Geliling), Husna dan kawan-kawan berkomitmen membangun lingkungan madrasah yang tidak hanya bersih dan nyaman, tetapi juga estetis dan inspiratif.

Project tanam bunga matahari merupakan eksperimen penting yang dilakukan santri sebagai respons terhadap Gerakan Peduli Lingkungan (Geliling) sekaligus penanaman nilai-nilai ekoteologi dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam tiga bulan ke depan, bunga matahari yang tumbuh di taman madrasah akan mekar dan menyapa seluruh warga dengan keindahan dan semangat positifnya. Proyek ini tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga menjadi simbol kesadaran ekologis dan bentuk nyata komitmen santri dalam menjaga keberlanjutan alam.Bj

Bagikan berita :