• 0811-3201-0001
  • madipoyk@gmail.com
  • Maguwoharjo, Yogyakarta
Kesehatan
In House Training MADIPO: Melangkah Tegap Menuju Madrasah Asri dan Berkelanjutan

In House Training MADIPO: Melangkah Tegap Menuju Madrasah Asri dan Berkelanjutan

Sembego, sebuah nama yang mungkin tak banyak dikenal, namun dari sinilah, sebuah revolusi hijau digulirkan. Madrasah Aliyah Diponegoro (MADIPO) tidak sekadar mengusung tema “madrasah hijau”, mereka mewujudkannya dalam sebuah In House Training (IHT) yang digagas mulai 21 Juli hingga 18 Agustus 2025. Ini bukan sekadar pelatihan, ini adalah deklarasi masa depan.

Di tengah riuhnya tantangan pendidikan modern, MADIPO berdiri tegak, menyatukan kearifan pesantren dengan semangat kelestarian lingkungan. Mereka memahami, santri bukan hanya pencari ilmu Allah SWT, tetapi juga khalifah di muka bumi yang bertanggung jawab atas keberlangsungan alam semesta. Konsep ini tertuang dalam QS. Al-A’raf: 56, “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya…” Sebuah ayat yang menjadi landasan spiritual bagi setiap langkah mereka.

Bayangkan: setiap pagi, para santri mengawali hari dengan istighasah, memohon keberkahan, sebelum tangan-tangan mungil mereka memilah sampah plastik dan non-plastik. Ini bukan paksaan, melainkan pembiasaan yang membentuk karakter. Pekan demi pekan, sampah-sampah itu dikemas ulang, hingga bulanan, produk daur ulang diseminasi dan bahkan dijual. Inilah wujud konkret dari ekonomi sirkular berbasis pesantren, di mana kebersihan bukan hanya ajaran, tapi juga bernilai ekonomi.

Program ini didesain secara holistik. Guiden Book for Santri menjadi kompas moral, menuntun mereka pada nilai-nilai akhlak mulia: jujur, amanah, adil, tolong-menolong, dan teguh hati. Ini selaras dengan hadis Nabi SAW: “Kebersihan adalah sebagian dari iman.” Sebuah pilar utama yang menjadikan kebersihan sebagai refleksi ketakwaan. (HR. Muslim)

MADIPO tidak berpuas diri hanya dengan teori. Mereka menerapkan budaya 5R—Ringkas, Resik, Rapi, Rawat, Rajin—dalam setiap sendi kehidupan madrasah. Praktik langsung pengelolaan lingkungan menjadi bagian tak terpisahkan dari kurikulum harian. Di sini, kepemimpinan dan keterampilan sosial diasah, karena IPNU-IPPNU turut ambil bagian dalam memimpin pembagian teritori kebersihan dan pendampingan. Ini adalah laboratorium hidup tempat santri belajar menjadi pemimpin yang peduli.

Apa hasilnya? Lingkungan MADIPO tidak hanya bersih dan indah, tetapi juga aman dan menyenangkan. Santri menjadi pribadi yang jujur, dapat dipercaya, peduli, adil, dengan mental kuat dan fisik tangguh. Guru dan karyawan bukan sekadar pengajar, melainkan teladan sejati yang menerapkan ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Mereka adalah arsitek masa depan, membangun fondasi pendidikan yang efektif, inspiratif, dan berkelanjutan.

Ambisi MADIPO tak berhenti di situ. Mereka sedang dalam perjalanan menuju predikat Adiwiyata, sebuah pengakuan atas komitmennya sebagai madrasah berwawasan lingkungan. Ini adalah bukti bahwa madrasah dapat menjadi pionir, menyejajarkan diri dengan praktik-praktik terbaik di dunia, seperti Eco-Schools atau inisiatif lingkungan yang didukung UNEP.

Madrasah Aliyah Diponegoro membuktikan: dari sebuah pesantren, dapat lahir sebuah pusat peradaban hijau yang tidak hanya mencetak cendekiawan, tetapi juga penjaga bumi yang amanah. Ini adalah inspirasi bagi kita semua, bahwa kebaikan itu menular, dan manfaat terbaik adalah yang mengalir untuk sesama dan alam semesta. Sebagaimana sabda Nabi, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat bagi orang lain.” (HR. Ahmad) Sebuah seruan untuk terus bergerak, berinovasi, dan menanam kebaikan di mana pun kita berada.Bj

Bagikan berita :