• 0811-3201-0001
  • madipoyk@gmail.com
  • Maguwoharjo, Yogyakarta
Akademik
Sarasehan Guru Matematika Pesantren: Meningkatkan Kompetensi Mengajar di Era Digital

Sarasehan Guru Matematika Pesantren: Meningkatkan Kompetensi Mengajar di Era Digital

Departemen Matematika FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Alma Ata dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama (NU) baru-baru ini menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Sarasehan Guru Matematika Pesantren.” Acara ini bertujuan memperkuat kompetensi guru matematika di lingkungan pesantren melalui pengembangan metode dan pendekatan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Guru Matematika Madrasah Aliyah Diponegoro (MA Diponegoro) turut aktif berpartisipasi, menunjukkan komitmen madrasah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika yang adaptif sekaligus inovatif.

Sarasehan menghadirkan tiga topik utama yang sangat aplikatif sekaligus mendorong pembaharuan pengajaran:

Cerdas Memulai Pembelajaran dengan Penilaian Diagnostik

Penilaian diagnostik diulas sebagai langkah strategis dalam memetakan kemampuan awal siswa. Hal ini menjadi fondasi bagi guru untuk merancang strategi pengajaran yang efektif dan tepat sasaran, sehingga setiap siswa dapat belajar sesuai dengan kebutuhannya.

Transformasi Pembelajaran dengan GeoGebra: Dari Papan Tulis ke Layar

Peserta dikenalkan dengan pemanfaatan GeoGebra, sebuah perangkat lunak matematika digital yang mempermudah visualisasi konsep-konsep abstrak secara interaktif. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa dan membuat pembelajaran matematika lebih menarik dan dinamis.

Motivasi Belajar Matematika Melalui Aplikasi di Bidang Keuangan

Topik ini mengaitkan konsep matematika dengan pengelolaan keuangan sehari-hari, memberikan contoh penerapan nyata yang dapat memotivasi siswa untuk lebih giat belajar dengan menonjolkan relevansi materi terhadap kehidupan mereka.

Penutup acara diisi sesi diskusi interaktif, di mana para guru saling bertukar pengalaman, mengajukan pertanyaan, dan bersama-sama merumuskan gagasan pembaharuan pembelajaran matematika di pesantren. Harapannya, ilmu dan insight yang didapatkan dari sarasehan ini dapat langsung diterapkan di kelas oleh guru-guru MA Diponegoro maupun seluruh peserta sarasehan, serta memperkuat jejaring kerja sama dalam pengembangan pendidikan matematika pesantren ke depan.Bj

Bagikan berita :