
Sekali Layar Terkembang: Semangat Juang Santri MADIPO dalam Menghadapi TKA 2025

Sekali layar terkembang, pantang surut ke belakang. Dengan semangat kegigihan, para santri Madrasah Aliyah Diponegoro Yogyakarta telah menyiapkan diri secara matang untuk melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Harapan mereka adalah meraih keberhasilan dan cemerlang. Berkat bimbingan, pengajaran, arahan, pendampingan, latihan, serta restu dari para guru, para santri menyelesaikan TKA pada Rabu-Kamis, 5 November 2025, dengan bertanggung jawab dan penuh keyakinan.
Tes Kemampuan Akademik (TKA) memberikan manfaat signifikan bagi madrasah, santri, dan perguruan tinggi. Pelaksanaan TKA didasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 95/M/2025. Ujian ini merupakan asesmen kompetensi akademik santri yang objektif dan terstandar secara nasional. Selain itu, TKA berperan sebagai alat pemetaan mutu pendidikan yang lebih akuntabel. Sertifikat hasil TKA menjadi salah satu dasar penting dalam proses seleksi masuk perguruan tinggi.

Santri MADIPO menyiapkan diri dengan penuh ketekunan dan disiplin melalui jadwal belajar yang terstruktur dan dirancang secara cermat oleh madrasah. Setiap pagi dari Senin hingga Jumat, mereka mengikuti sesi pembelajaran intensif bersama tentor untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, Matematika, dan Bahasa Indonesia. Konsistensi ini menjadi pondasi kuat dalam mengasah kompetensi akademik mereka.
Selain itu, setiap Kamis diadakan bimbingan kelompok yang dirancang untuk memperdalam pemahaman santri pada mata pelajaran pilihan masing-masing. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan dan kerja sama dalam belajar.

Pada malam hari, para santri mendapatkan kesempatan langka untuk mengikuti sesi belajar bonus. Di waktu ini, mereka tidak hanya menguatkan kompetensi akademik, tetapi juga mendapat penguatan motivasi, pengawasan yang keta, dan pendampingan dalam pengembangan agama serta akhlak mulia. Dengan kombinasi pembelajaran akademik dan penguatan karakter, para santri dipersiapkan untuk menjadi pribadi yang cerdas dan berakhlak mulia, siap menghadapi tantangan masa depan dengan keyakinan dan semangat yang membara.
Santri peserta TKA, Valeeya Nadiva Ceysa Ahmad (16), menceritakan pengalamannya mengikuti ujian selama dua hari penuh. Ia mengakui bahwa soal-soal yang dihadapi sangat menantang, terutama pada bagian Matematika yang membuatnya menyesal karena waktu habis sebelum sempat menyelesaikan jawaban yang sudah diketahuinya.

Sementara itu, Fairuz Nadhir Amrulloh (15) berharap hasil ujian TKA mereka bisa memuaskan walaupun persiapan yang dijalaninya masih terasa kurang matang. Fairuz yang bercita-cita melanjutkan kuliah di Unibraw menaruh harapan besar agar keberuntungan selalu menyertai langkahnya.
Penyelenggaraan TKA di MADIPO berjalan lancar, mengikuti peraturan yang berlaku dengan standar pelaksanaan yang adil, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Semua santri mendapat fasilitas dan haknya secara optimal, sementara monitoring dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman memastikan ujian sesuai prosedur pemerintah.Bj
