
Transformasi Sampah Jadi Beras: Kisah Profesional Cilik MADIPO dengan Padi Mentik Wangi

Jibril, Hanif, Hasan, Dewi, Habibah, dan teman-temannya adalah santri yang memiliki penalaran umum sangat baik, giat, dan bertanggung jawab. Mereka melakukan pengeringan padi Mentik Wangi secara bertahap dengan memanfaatkan energi matahari. Eksperimen pengeringan selesai pada 15 Oktober 2025, ditandai dengan munculnya beberapa karakteristik bahwa padi siap digiling.
Arah dan cita-cita pendidikan Madrasah Aliyah Diponegoro Yogyakarta (MADIPO) adalah meningkatkan kecerdasan, memperbaiki budi pekerti, serta meningkatkan derajat dan kesejahteraan hidup santri. Tujuan mulia ini menjadi motivasi bagi seluruh anggota madrasah untuk memberikan pendidikan terbaik bagi para santri.

Tujuan utama Pendidikan Madipo mengilhami guru-guru untuk gigih membekali santri menjadi generasi masa depan yang berilmu, mampu memimpin, berwirausaha, dan mengembangkan keprofesionalan. Project-project pembelajaran ditumbuhkan dan dikembagkan. Eksperimen penanaman padi lokal Mentik Wangi salah satunya.
Santri kelas XI, Muhammad Jibril Dhiyyaadien Darussalam (15) bersama teman-temannya melakukan pengeringan gabah. Mereka menjemur gabah di halaman madrasah dengan teliti, memperhatikan kadar air padi hingga mencapai tingkat ideal. Proses pengeringan ini penting untuk menjaga mutu beras, sekaligus melatih kesabaran dan ketelitian para santri.

Penjemuran gabah memanfaatkan energi matahari. Jibril dkk melakukan pengeringan dengan cakap, kompak dan penuh tanggung jawab. Setelah beberapa kali penjemuran, gabah berubah diamati dan ditemukan tanda-tanda siap digiling. Kelembapan bulir telah berkurang dan kadar air telah mencapai batas ideal penggilingan. “Besok padi siap digiling, mudah-mudahan berasnya enak dan sehat” jelas Jibril meyakinkan.
Jibril menunjukkan pemahaman kuantitatif yang baik. Dia anak yang jujur dan bertanggung jawab atas proses ini. “Setelah beberapa kali penjemuran, kelembapan gabah berkurang signifikan, kulitnya mudah terkelupas, dan tekstur padi mengeras namun tetap padat. Kami optimis beras yang dihasilkan akan berkualitas dan sehat.”

Siti Zahra Habibah (15) dan teman-temannya menjalani proses pembelajaran yang konseptual, mendalam, dan menyenangkan, mulai dari eksperimen penanaman hingga panen padi organik Mentik Wangi siap digiling. Mereka berencana menguji hasil panen dengan mengolahnya sendiri sambil memahami mata rantai pangan sehat, dan ekoteologi. “Kami senang mendapati hasil eksperimen ini,” tutur mereka dengan rasa lega dan bangga.

Prinsip khalifah fil ardl berlaku bagi siapa pun, termasuk santri MADIPO. Sampah warga madrasah dikelola agar bermanfaat. Produknya kompos siap pakai dan pupuk organik cair (POC) yang digunakan untuk eksperimen penanaman padi organik di Laboratorium Sains dan Kewirausahaan. Tanah menjadi kaya hara dan tanaman tumbuh subur. Dari proyek pengelolaan limbah ini lahir para profesional cilik seperti Jibril dan kawan-kawan.Bj

