MAN 1 Gunungkidul menjadi tuan rumah kegiatan MGMP yang mengumpulkan guru fikih dari seluruh madrasah aliyah di DIY. Forum ini bertujuan memperkuat pemahaman wakaf sebagai ibadah penting sekaligus alat pemberdayaan sosial.

Literasi Wakaf: Katalis Pemberdayaan dan Profesionalisme Guru di DIY

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Fiqih-Ushul Fiqh Madrasah Aliyah se Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan kegiatan belajar Pendalaman Literasi Wakaf pada, 20 Agustus 2025 dengan menghadirkan nara sumber, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Gunungkidul, Hj Sri Sugiyanti SH MHum.
Ketua MGMP Muhammad Amin SAg MA menuturkan Pendalaman Literasi Wakaf bagi guru-guru Fiqh-Ushul Fiqh dalam rangka meningkatkan kompetensi profesional guru, program pembelajaran, analisis kurikulum serta meningkatkan kualitas metode pengajaran. Agenda forum kerja guru ini dibuka secara resmi Kepala MAN 1 Gunungkidul, Kholis Muhajir SAg MSi.

Sri Sugiyanti memaparkan program unggulan yang menjadi fondasi Gunungkidul sebagai Kota Wakaf. Salah satunya adalah penanaman 1.000 pohon matoa di atas tanah wakaf, sebagai langkah pelestarian dan pemanfaatan lahan secara produktif. Selain itu, budidaya rumput gajah dan melon premium juga dilakukan untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat.
Inovasi teknologi juga dikembangkan melalui peluncuran Pojok Wakaf Uang Digital (PWUD), sebuah terobosan wakaf berbasis digital. Program yang paling menyentuh adalah pengalengan daging qurban segar dari masjid-masjid, yang kemudian didistribusikan kepada keluarga rentan stunting. Ini menunjukkan kontribusi nyata wakaf dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.
Selain itu, dana wakaf digunakan untuk membantu masyarakat menyelesaikan masalah keuangan, khususnya bagi mereka yang terjerat rentenir. Semua program ini menggambarkan bagaimana wakaf berperan penting dalam pemberdayaan sosial dan ekonomi di Gunungkidul.

Kelompok kerja guru seperti halnya MGMP Fiqh-Ushul Fiqh penting dan dibutuhkan. Tujuanya ialah meningkatkan wawasan dan pengetahuan, mengembangkan ketereampilan profesional dan kualitas pembelajaran, dapat berbagi pengalaman dan diskusi pula meningkatkan motivasi dan mutu guru. MGMP penuh faidah dan memperkuat silaturahmi.
MGMP memperkuat relasi memberi solusi. Satu-satunya guru dari madrasah aliyah swasta yang hadir ialah guru Fiqh MADIPO, Fauzan Satyanegara. Kami bersyukur bisa banyak belajar dari guru-guru hebat dari berbagai madrasah di DIY. “Semoga materi MGMP hari ini Pendalaman Literasi Wakaf memperkaya ilmu pengetahuan, berdampak bagi lingkungan belajar di madrasah kami, dan membuahkan manfaat-manfaat”, ucap Fauzan lugas.Bj
