
Menyalakan Api Cinta Belajar: MA Diponegoro Gaungkan Deep Learning Menuju Lulusan Berdaya Saing Global

Pada hari Rabu, 13 Agustus 2025, pukul 08.00–11.00 WIB, kantor guru MA Diponegoro Yogyakarta menjadi saksi penyelenggaraan Workshop Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Kurikulum Berbasis Cinta. Acara ini menghadirkan narasumber utama Dra. Hj. Ida Uswatun Hasanah, M.Pd., dengan pengantar dari Bapak Nur Wahyudin Al Aziz, M.Pd., pengawas MA Diponegoro.
Dalam pengantarnya, Pak Aziz menekankan urgensi pembelajaran mendalam agar guru mampu berimprovisasi dalam membekali siswa pada ranah literasi dan numerasi, guna menunjang keberhasilan mereka masuk perguruan tinggi melalui jalur SNBP maupun SNBT-UTBK. Hal ini sejalan dengan hasil survei PISA 2022 yang menunjukkan kemampuan literasi pelajar Indonesia masih tergolong rendah.
Pak Aziz juga menegaskan bahwa BSKAP No. 046 kini menjadi acuan capaian kompetensi untuk setiap mata pelajaran di jenjang Aliyah. Ia turut mengapresiasi capaian MA Diponegoro yang berhasil menghantarkan 70% lulusan pertamanya masuk ke perguruan tinggi negeri favorit.

Kepala MA Diponegoro, Bapak Fauzan, S.Pd.I., M.Ag., Gr., menambahkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak lepas dari kompetensi guru yang terus berkembang mengikuti kemajuan metode dan pendekatan pembelajaran. Menurutnya, workshop ini menjadi momentum penting untuk memperkaya wawasan sekaligus mengasah keterampilan guru.
Mempertegas hal tersebut, Bu Ida menjelaskan bahwa Deep Learning bukanlah perubahan kurikulum, melainkan inovasi pendekatan pembelajaran yang mengedepankan pemahaman mendalam, keterkaitan konsep, serta pengembangan karakter siswa. Dalam sesi utama, beliau memandu guru-guru memahami perbedaan tipe soal LOTS (Lower Order Thinking Skills) dan HOTS (Higher Order Thinking Skills), serta memperkenalkan konsep Growth Mindset sebagai landasan karakter bagi capaian pembelajaran mendalam.

Bu Ida juga menegaskan bahwa implementasi Deep Learning diharapkan mampu mewujudkan 8 dimensi Profil Lulusan, yaitu Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berakhlak mulia, Mandiri, Bernalar kritis, Kreatif, Gotong royong, Berkebhinekaan global, serta Berdaya saing dalam sains dan teknologi. Kedelapan dimensi ini diharapkan mampu diasah dan kelak menjadi bekal kesuksesan siswa di MA Diponegoro jua.
Selain itu, guru-guru dilatih untuk mempraktikkan penyusunan instrumen perencanaan pembelajaran menggunakan pendekatan deep learning, sehingga rencana pembelajaran tidak hanya fokus pada transfer materi, tetapi juga membentuk pola pikir, keterampilan, dan sikap siswa.
Antusiasme tampak dari peserta, termasuk Bu Yati Kusrini, S.Si. (guru Matematika) dan Pak Gindo Mangkuto Alam (guru Ekonomi), yang menyambut positif inovasi ini. Mereka berharap penerapan deep learning dapat membuat pembelajaran lebih hidup, interaktif, dan sesuai minat serta bakat siswa.

Workshop ini menjadi langkah strategis MA Diponegoro Yogyakarta dalam memperkuat kualitas pembelajaran demi melahirkan generasi unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Penulis: Afrizka Premana Sari MSc
