• 0811-3201-0001
  • madipoyk@gmail.com
  • Maguwoharjo, Yogyakarta
Prestasi
Dewi Setyo Asih dan Resonansi Patriotisme di Pelantikan Pengurus JKSN DIY

Dewi Setyo Asih dan Resonansi Patriotisme di Pelantikan Pengurus JKSN DIY

Dewi Setyo Asih (15) mempin dengan ekpresif dan berkarakter. Lagu kebagnsaan Indonesia Raya dan Yalal Wathan menggema patriotic di aula Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro Sembego Maguwoharjo. Hadirin seluruhnya tanpa kecuali hanyut dalam resonansi lagu kebangsaan ciptaan WR Supratman dan KH Abdul Wahab Hasbullah tersebut.

Dua hymne nasional yang diorkestrasikan Santri Kelas X MADIPO tersebut mengiringi seremoni pembukaan Silaturahim dan Pelantikan Jaringan Kiyai Santri Nasional (JKSN) DIY. Hadir dalam acara ini Prof. Dr. KH Asep Saefuddin Chalim MA, putra pendiri Nahdlatul Ulama 1926, Allahuyarham KH Abdul Chalim Leimunding.

Nampak terlatih dan menguasai. Dewi mantap hati melaksanakan tugas dirigen. Gerakanya mempesona dan cakap memandu hadirin selaras dengan dinamika dan birama nada hymne. Santri ayu kelahiran Boyolali ini tak sedikitpun canggung memimpin hymne perjuangan di hadapan tokoh-tokoh dan para kiyai.

Diketahui bahwa acara pelantikan Pengurus Wilayah JKSN DIY Masa Bakti 2025-2030 berlangsung sederhana namun istimewa. Panitia lokal yang dipimpin Ustadz Muhammad Hanafi Burhanudin, M.Ag, bersama Tutut Hilda Rahma, M.Pd, dan tim pesantren berhasil menyelenggarakan acara dengan lancar dan sukses. Ketua terpilih Dr. Rofiq Anwar, MBA, dan Sekretaris Gus Moh Irfan siap mengemban tugas dengan penuh semangat.

Pengasuh Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro KH. M. Syakir Ali, M.Si sangat mengapresiasi acara silatuhim dan pelantikan pengurus JKSN DIY Yogyakarta. Kiai Syakir Ali – yang juga Rais Syuriah PCNU Sleman Yogyakarta itu – berharap JKSN menjadi wadah perjuangan Ahlussunnah Waljemaah (Aswaja) sekaligus pemberdayaan pondok pesantren dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Kiai Syakir, menekanan agar semua pengurus JKSN memiliki kewajiban menjaga eksistensi pesantren, dengan pembenahan-pembenahan yang positif.

Dalam pidatonya, Kiai Asep menjelaskan tujuan didirikannya JKSN. Menurut beliau, JKSN hadir untuk mengisi kemerdekaan Indonesia dengan langkah nyata, serta mewujudkan cita-cita luhur bangsa yang telah dirintis sejak proklamasi.

“Yaitu terciptanya Indonesia yang maju, adil dan makmur,” tegas putra pahlawan nasional, KH Abul Chalim itu.

Menurut Kiai Asep, banyak kiai pesantren yang aktif berperan dalam perjuangan kemerdekaan RI. Bahkan, cita-cita kemerdekaan itulah yang menjadi tujuan utama para kiai pesantren saat mendirikan organisasi Nahdlatul Ulama (NU).Bj

Bagikan berita :