
MADIPO Yogyakarta dan BRIN Kembangkan Tradisi Riset Santri

Kolaborasi bertajuk ”Mencetak Santri Peneliti Menuju Indonesia Emas” ini menjadi langkah taktis madrasah dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul. Terutama dalam menyongsong bonus demografi dan visi Indonesia Emas 2045.
Eskalasi Kognitif: Dobrak Batas Menuju HOTS
Dalam sambutannya, Kepala MA Diponegoro Fauzan Satyanegara menegaskan bahwa tradisi meneliti harus diinjeksikan sejak dini. Fokus utama dari sinergi ini adalah mengeskalasi kapasitas berpikir santri agar tidak sekadar menjadi konsumen informasi, melainkan produsen ilmu pengetahuan.

”Kami ingin mendorong lompatan kognitif yang radikal pada anak didik kami. Dari yang semula berada di level lower order thinking skills (LOTS)—yakni sekadar mengingat dan memahami—menuju higher order thinking skills (HOTS),” tegas Fauzan di hadapan jajaran peneliti dan staf BRIN.

Formulasi pembelajaran riset ini mengadopsi struktur Taksonomi Bloom. Dengan pendampingan intensif dari para pakar BRIN, 35 santri dan guru pendamping digembleng untuk menguasai kemampuan menganalisis masalah (C4), mengevaluasi data secara kritis (C5), hingga menciptakan inovasi atau karya tulis baru (C6). Klaster riset yang dibidik pun terbilang komprehensif, mulai dari bidang sains teknologi, sosial-ekonomi-budaya, keagamaan, hingga kebahasaan.

Ikhtiar Mewujudkan MADIPO TOP
Meski mengidentifikasi diri sebagai lembaga pendidikan yang sedang tumbuh, MADIPO meletakkan blueprint kelembagaan yang ambisius lewat visi MADIPO TOP (Top, Transformatif, Outstanding, dan Principle). Karakter berpikir kritis para santri peneliti ini nantinya tetap dibingkai oleh nilai-nilai luhur kepesantrenan, seperti siddiq, amanah, ta’awun, adil, dan istiqamah.

Gayung bersambut, tim peneliti BRIN Yogyakarta menerjunkan langsung Periset dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfir BRIN, Dr. Yosep Prihanto S.Si M.Si, untuk memberikan transfer pengetahuan (transfer of knowledge). Para santri dibekali metodologi riset fundamental, meliputi teknik perumusan masalah yang konteksual, penentuan metode penelitian, pengolahan data lapangan, hingga tata cara penyusunan laporan ilmiah yang akuntabel.

Eksplorasi Lab, Bidik Kemitraan Jangka Panjang
Aktivitas akademis ini tidak mandek di dalam ruang seminar. Untuk memberikan pengalaman empiris, para santri diajak melakukan lab tour guna meninjau langsung ekosistem laboratorium canggih dan kebun riset yang dikelola oleh KSTE Achmad Baiquni.
Kunjungan ini diproyeksikan menjadi embrio kemitraan strategis jangka panjang antara BRIN dan MADIPO. Dari ruang kelas kecil di pinggiran Yogyakarta, mimpi besar diletakkan: melahirkan riset-riset aplikatif yang berdampak langsung bagi kemajuan umat dan kedaulatan bangsa.Bj

