• 0811-3201-0001
  • madipoyk@gmail.com
  • Maguwoharjo, Yogyakarta
Guru
Implementasi Karakter ‘TOP’, MA Diponegoro Yogyakarta Perketat Sistem Evaluasi Akademik

Implementasi Karakter ‘TOP’, MA Diponegoro Yogyakarta Perketat Sistem Evaluasi Akademik

YOGYAKARTA — Madrasah Aliyah (MA) Diponegoro Yogyakarta memperketat sistem evaluasi akademik siswa sebagai langkah nyata implementasi cetak biru (blueprint) karakter “MADIPO TOP” (Transformative, Outstanding & Principled). Langkah strategis ini diputuskan melalui forum Professional Learning Community (PLC) yang dihadiri oleh jajaran fungsionaris akademika madrasah berbasis pesantren tersebut.

Pengetatan sistem evaluasi ini menjadi satu dari tiga agenda besar madrasah yang akan bergulir sepanjang September 2026. Selain standardisasi ujian, MA Diponegoro juga bersiap menggelar kompetisi pelajar tingkat regional serta melakukan studi tiru nasional untuk mengakselerasi kualitas tenaga pendidik.

Standardisasi Ketat Ujian Uji Integritas

Agenda evaluasi terdekat yang akan dihadapi santri adalah Penilaian Tengah Semester (PTS) pada 7–11 September 2026, yang dilanjutkan dengan ujian English Conversation pada 14–18 September 2026.

Penanggung Jawab PTS MA Diponegoro, Mis Hima, menjelaskan bahwa madrasah menerapkan sistem Bandongan satu kelas dengan pengawasan ketat untuk menjaga nilai-nilai prinsipil (Principled) dan integritas akademik santri.

“Setiap ruang ujian akan dikawal oleh dua pengawas. Santri wajib menyelesaikan 10 butir soal esai tanpa diizinkan keluar ruangan sebelum bel selesai berbunyi,” ujar Hima.

Durasi pengerjaan ujian disepakati selama 90 menit untuk mata pelajaran eksak dan 60 menit untuk non-eksak. Format soal esai ini dipilih untuk menguji kedalaman pemahaman materi dan kemampuan literasi siswa secara objektif.

Kompetisi Regional Jaring Talenta Terbaik

Selaras dengan pilar pencapaian yang unggul (Outstanding), momen Hari Lahir (Harlah) madrasah juga dioptimalkan untuk menggelar kompetisi pelajar tingkat SMP/MTs sederajat se-DIY dan Jawa Tengah. Kepanitiaan acara ini dipimpin oleh Mis Dhila dengan melibatkan kolaborasi antara guru, siswa aktif, dan alumni.

Ada empat cabang lomba yang akan dipertandingkan, yaitu Olimpiade Matematika, Lomba Esai, Speech (Bahasa Arab & Inggris), serta Baca Kitab. Sistem kompetisi dirancang menggunakan babak penyisihan secara daring (online).

Para finalis terbaik—terdiri dari 5 peserta esai, 10 peserta olimpiade, 15 peserta speech, dan 5 peserta baca kitab—akan diundang ke kampus MA Diponegoro untuk mengikuti babak final secara luring (offline) di hadapan tiga juri ahli pada masing-masing kategori.

Akselerasi Mutu Guru Lewat Studi Tiru

Sebagai upaya mewujudkan madrasah yang transformatif (Transformative), jajaran pendidik MA Diponegoro di bawah koordinasi Pak Gindo akan melakukan studi tiru ke Pondok Pesantren Amanatul Ummah pada 23–25 September 2026. Kunjungan ini membawa misi besar membedah formula sukses pengelolaan TKA, UTBK, dan Penerimaan Santri Baru (PSB).

Langkah akselerasi ini dinilai krusial untuk meningkatkan mutu institusi serta memperluas cakrawala profesionalitas guru agar mampu mengantarkan lulusan menembus perguruan tinggi favorit. Dalam kunjungan tersebut, MA Diponegoro juga menyiapkan cenderamata khas Yogyakarta, seperti bakpia, salak pondoh, hasil bumi lokal, serta karya kaligrafi eksklusif buatan Mis Yati.

Rangkaian program terukur pada bulan September ini menjadi bukti konkret bahwa MA Diponegoro Yogyakarta tidak sekadar merumuskan jargon karakter, melainkan langsung menerjemahkannya ke dalam standardisasi sistem pendidikan yang berdampak nyata bagi publik.Bj

Bagikan berita :