
Respons Hasil Monitoring, Rapat ‘Jumat Excellent’ MA Diponegoro Targetkan Madrasah Unggul

SEMBEGO, — Jajaran fungsionaris Madrasah Aliyah (MA) Diponegoro Yogyakarta (Madipo), menyepakati cetak biru (blueprint) transformasi kelembagaan total pada Jumat (28/8/2026). Langkah strategis ini diambil merespons hasil monitoring Tim Pengawas Yayasan Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro Sembego demi mengejar target standardisasi sekolah unggul.
Komitmen pembenahan tersebut dimatangkan dalam rapat pimpinan fungsionaris pada agenda Jumat Excellent yang dihadiri oleh Fauzan Satyanegara, Muhammad Yunus, Cinthiya Zakiah Arifah, Himmatul Ulya, dan Ahmad Hafiduddin. Sebelumnya, pada 13 Agustus 2026, Tim Pengawas Yayasan yang terdiri dari Drs. H. Jambari, Drs. H. Muh. Khoirudin, dan Rofiq Anwar, M.B.A., melakukan audit performa atas tata kelola keuangan, kurikulum, dan kepegawaian pada seluruh klaster pendidikan yayasan (RA, MI, SMP, SMK, dan MA).
Mengeliminasi “Jam Kosong”
Evaluasi krusial yayasan menyoroti masih adanya fenomena jam kosong dalam kegiatan belajar mengajar (KBM). Padahal, modalitas insani guru Madipo dinilai sangat cakap dan kompeten. Menanggapi hal itu, manajemen Madipo mendeklarasikan kebijakan zero tolerance terhadap jam kosong.
“Guru-guru kami sangat kompeten, itu modal utama. Kebocoran waktu akibat jam kosong tidak boleh ditoleransi lagi. Mulai hari ini, setiap detik di kelas adalah kedaulatan akademik yang wajib dijaga,” tegas Kepala MA Diponegoro, Fauzan Satyanegara.

Secara teknis, pengetatan pengawasan KBM dikomandoi oleh bidang kurikulum melalui perombakan sistem piket menjadi unit substitusi aktif. Jika guru berhalangan hadir, guru piket wajib langsung menggantikan di kelas menggunakan modul pembelajaran terstruktur agar santri tidak berada di luar ruang kelas pada jam efektif.
“Dasar akademis anak-anak sudah sangat baik. Tugas kami memastikan tidak ada kelengahan jadwal. Kami memperketat pemantauan harian dan mengoptimalkan peran guru piket agar hak belajar santri terpenuhi utuh,” ujar Muhammad Yunus yang membidangi Kurikulum dan KBM.
Strategi Prestasi dan Studi Tiru
Madipo juga melakukan otokritik terhadap minimnya torehan prestasi guru dan santri. Madrasah kini merancang peta jalan (roadmap) kompetisi eksternal yang terencana, seperti fasilitasi keikutsertaan dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI).
Ahmad Hafiduddin, penanggung jawab Bidang Kesiswaan sekaligus Koordinator Penerimaan Santri Baru (PSB), menegaskan bahwa akselerasi prestasi akan digarap lewat manajemen talenta yang agresif.

“Kami tidak ingin prestasi lahir kebetulan. Bidang kesiswaan kini memetakan potensi santri dan guru untuk bersaing di ajang nasional. Bersamaan dengan itu, lini PSB ajaran 2027/2028 kami aktivasi lebih awal untuk menjaring talenta terbaik,” urai Ahmad.
Sebagai akselerator, Madipo menjadwalkan studi tiru (benchmarking) ke dua institusi rujukan: MBI Amanatul Ummah: Fokus metodologi taktis pengelolaan program TKA dan kelulusan UTBK. Afkaaruna: Fokus replikasi ekosistem literasi dan program English conversation.
Modernisasi Sistem dan Penataan Fisik
Di sektor administrasi, Madipo mempercepat implementasi digitalisasi total pada tata kelola keuangan dan administrasi kepegawaian demi menjamin kecepatan data, akurasi, dan transparansi.
Kepala Tata Usaha Madipo, Cinthiya Zakiah Arifah, menjelaskan bahwa restrukturisasi administrasi ini menjadi mesin penggerak mutu sekolah. “Digitalisasi tata kelola dan laporan tahunan adalah kebutuhan mendesak untuk kerja yang cepat dan presisi. Kami berkomitmen menghadirkan sistem administrasi yang efektif,” jelas Zakiah.

Langkah ini didukung oleh Himmatul Ulya (Himma) di Bidang Keuangan yang menekankan efisiensi anggaran berbasis program kerja yang terukur. “Digitalisasi memangkas birokrasi keuangan. Kami memastikan setiap rupiah anggaran didistribusikan transparan untuk peningkatan mutu pengajaran, fasilitas, dan prestasi santri,” kata Himma.
Perbaikan juga menyasar estetika fisik madrasah. Proyek “tamanisasi” skala luas akan dieksekusi di koridor depan, pinggir jalan utama, hingga area belakang sekolah.
Koordinator Pelaksana Perawatan Lingkungan, Anggriawan, menjelaskan bahwa estetika fisik memengaruhi psikologi belajar. “Wajah sekolah unggul harus terpancar dari garis depan jalan raya. Kami menggalakkan tamanisasi masif dan merevitalisasi lapangan olahraga agar berfungsi optimal sebagai pusat kreativitas dan kebugaran santri,” kata Anggriawan.

Penegasan Poros Spiritual
Sebagai madrasah berbasis pesantren, modernisasi manajemen ditopang oleh penguatan spiritualitas. Ritual keagamaan yang semula bertumpu pada pembacaan Al-Qur’an kini diperluas dengan integrasi amalan Salawat Jibril setiap hari.
Format istighasah, pembacaan Surah Yasin, dan manaqib juga diubah menjadi model kolaboratif aktif yang melibatkan seluruh santri, dewan guru, dan pimpinan secara komunal. Langkah spiritual ini diorientasikan untuk mengetuk pintu berkah, keselamatan, pemenuhan hajat lembaga, serta melahirkan generasi santri yang saleh.Bj
