
Fathul Qarib: Bekal Fiqih Syafi’iyah Santri MADIPO Menjawab Tantangan Zaman

Yogyakarta, 30 April 2026 – Santri Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro (MADIPO) Yogyakarta mengikuti bandongan Kitab Fathul Qarib dengan khidmat pada jam pertama KBM hari ini. Dipimpin Ustadz Rofi Anwar, M.B.A., kegiatan rutin tiap Kamis ini menjadi sarana efektif mengasah pemahaman fiqih Syafi’iyah para santri.
Kitab Fathul Qarib al-Mujib fi Syarh Alfazh at-Taqrib karya Syaikh Muhammad bin Qasim al-Ghazi asy-Syafi’i (w. 1027 H) ini merupakan penjelasan ringkas Matan Abu Syuja’. Kitab setebal sekitar 100 halaman ini membahas empat pokok fiqih penting: thaharah (wudhu, najis, tayammum), ibadah (shalat, zakat, puasa, haji), munakahat (nikah, talak, waris), serta muamalah (jual beli, sewa menyewa). Gaya tulisan gundul tanpa harakat melatih hafalan dan pemahaman dalil.
Keempat santri perwakilan, termasuk Nazah dan Caca, tampil memukau saat tes sunnah wudhu. Meski Caca lupa membawa kitabnya, ia tetap lancar membaca matan thaharah bersama-sama maupun sendiri. Penampilan percaya diri mereka membuktikan bandongan efektif menginternalisasi fiqih.
Kepala Madrasah Fauzan Satyanegara bangga: “Fathul Qarib itu DNA santri Diponegoro! Kitab klasik tapi jawab tantangan digital zaman now. Dua sisi mata uang: warisan pesantren + kurikulum Kemenag.”
MADIPO racik pemikiran Syafi’iyyah kontemporer – etika medsos sampai adaptasi global. “Kecerdasan karakter yang relevan dunia,” tegas Fauzan.Bj
