
Transformasi Terpadu Madrasah: Penguatan Sistem, SDM, dan Pembinaan Santri Berkelanjutan
Yogyakarta — Madrasah Aliyah Diponegoro Yogyakarta (MADIPO) terus memperkuat daya saing kelembagaan menjelang tahun ajaran baru 2026/2027 melalui perluasan promosi ke jaringan Nahdlatul Ulama (NU) dan tokoh masyarakat. Upaya ini dilakukan untuk memenuhi daya tampung 40 santri sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan pendidikan berbasis pesantren yang unggul dan terarah.
Langkah penguatan tersebut dibahas dalam rapat fungsionaris yang digelar pada Jumat (5/6/2026), dan dihadiri oleh Fauzan Satyanegara, Rofiq Anwar, M.B.A., Gindo Mangkuto Alam, S.E., Didin Hafifudin Munawir, S.Pd., Muhammad Zaidun, Lc, M.Hum., Hima Aulia, S.Pd., dan Cinthiya Zakiah Arifah, S.Ag. Rapat menghasilkan sejumlah keputusan strategis untuk memperkuat kesiapan lembaga secara menyeluruh.
Di bidang kepesantrenan, madrasah menetapkan penertiban seragam pondok melalui pembatasan jenis dan jumlah pakaian santri. MADIPO juga merencanakan pengadaan laundry pondok internal sebagai pendukung ketertiban, dengan kajian lanjutan terkait modal dan pengelola.
Pembina asrama diwajibkan mukim agar dapat mendampingi santri secara penuh. Pengawasan akan dikoordinasikan oleh ustadz ustadzah asrama pesantren melalui kontrol pagi yang lebih tertib, sementara santri asrama bawah dipindahkan ke asrama pusat untuk meningkatkan efektivitas pembinaan.
Program ibadah dan tahfidz turut diperkuat melalui kegiatan salat malam, muhafadzah, dan tahfidz. Guru tahfidz diarahkan untuk melanjutkan capaian santri ke jenjang berikutnya, sedangkan santri yang membutuhkan penyesuaian akan mendapat akselerasi atau pendampingan khusus.
Dari sisi sarana prasarana, parkiran guru telah terealisasi, sementara pembangunan laboratorium masih menunggu dana. Kebutuhan prioritas lain meliputi CCTV di tiga titik, pagar, meja kantor, alat kebersihan, dan perbaikan kunci kelas.
Untuk mendukung program Adiwiyata, madrasah akan menanam tanaman obat keluarga dengan memanfaatkan galon bekas dan lahan alternatif. Ruang guru juga akan ditingkatkan kenyamanannya melalui penyediaan kipas angin atau AC.
Pada bidang akademik, MADIPO membentuk struktur kurikulum baru dan mengembangkan potensi guru untuk program bimbingan UTBK secara mandiri. Pelatihan guru dijadwalkan pada 15 Juni 2026 pukul 09.00 WIB dalam forum PLC, disertai studi tiru ke Amanatul Ummah.
Sementara itu, penguatan karakter santri dilakukan melalui pembiasaan istighasah, life skill, serta jamaah Zuhur dan Asar pada jam 0 dan jam akhir. Di bidang kesiswaan, madrasah juga memperketat pengelolaan kelas serta pengawasan ujian untuk mencegah kecurangan berbasis ponsel.
Untuk penerimaan santri baru, MADIPO akan mengoptimalkan promosi melalui sowan ke ranting NU, MWC, dan tokoh masyarakat, serta memperkuat publikasi melalui website madrasah.
Melalui langkah-langkah ini, MADIPO menegaskan komitmennya sebagai madrasah berbasis pesantren yang terus berbenah dalam mutu layanan pendidikan, pembinaan santri, dan penguatan branding kelembagaan.Bj
