
Saat Kandang Menjadi Sekolah Kepemimpinan

YOGYAKARTA — Mahalli Nur Muwafiq (17), mantan Ketua IPNU MADIPO 2024 sekaligus pionir wirausahawan muda, menunaikan qurban seekor domba di Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro pada Dzulhijjah 1447 H. Ibadah itu terwujud setelah program wirausaha peternakan yang ia kelola berjalan baik selama sembilan bulan, sejak September 2025 hingga Juni 2026.
Memulai usaha dari nol sejak September 2025, Mahalli mengaku kerap menghadapi berbagai tantangan praktis. “Kami belajar dari lapangan: meracik pakan berkualitas, menjaga sanitasi kandang, dan memastikan kesehatan ternak meski cuaca berubah-ubah,” kata Mahalli. Pengalaman itu, menurut dia, adalah pelajaran berharga yang tidak tertulis di buku. https://www.madipo.sch.id/inovasi-pendidikan-pesantren-sinergi-steam-dan-eksperimen-breeding-domba-di-madipo/
Menurut Mahalli, dinamika usaha peternakan menjadi ajang pengasahan soft skill. “Proses ini membentuk calon pengusaha yang ulet, disiplin, bertanggung jawab, dan amanah,” ujarnya.
Kegiatan di Kandang Andini jauh lebih dari sekadar mencari keuntungan. Mahalli menyebut aktivitas merawat ternak sebagai bentuk meneladani perjuangan para nabi yang pernah digembleng menjadi penggembala. Menurutnya, pengalaman menggembala menjadi sekolah kepemimpinan terbaik yang melatih kesabaran dan membentuk karakter generasi muda. https://www.madipo.sch.id/transformasi-santri-jadi-wirausaha-muda-lewat-program-pilot-project-breeding/
Langkah berqurban itu juga merefleksikan nilai pengorbanan Nabi Ismail AS. Mahalli menegaskan, dia tidak menunggu usahanya besar untuk beramal. “Beramal tidak harus menunggu; itu panggilan iman yang harus dilaksanakan kapan pun,” katanya.
Guru pembimbing project breeding, Gindo Mangkuto Alam, S.E., memberi apresiasi atas keberhasilan program tersebut. “Kami mendorong santri Madrasah Aliyah untuk belajar giat dan mempraktikkan ilmu dalam bentuk nyata,” ujarnya.
Gindo berharap program ini melahirkan regenerasi pengusaha pesantren. “Semoga muncul Mahalli-Mahalli berikutnya. Setelah lulus, mereka diharapkan menjadi pribadi yang kuat, berpengalaman, dan profesional sehingga dapat mengembangkan kewirausahaan atau mengeksplorasi segmen strategis lain,” pungkasnya.

Ke depan, Mahalli bertekad mengembangkan breeding Kandang Andini ke skala lebih besar agar memberi manfaat lebih luas. Estafet program dipastikan berlanjut karena adik-adik kelas Mahalli kini telah siap meneruskan project yang dirintis tersebut.Bj
