
Menumbuhkan Karakter Ilmiah Santri Lewat Edukasi Riset Berbasis Data
YOGYAKARTA – Madrasah Aliyah (MA) Diponegoro Yogyakarta melaksanakan kunjungan ilmiah ke Kawasan Sains dan Teknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang hari ini bertujuan untuk mengenalkan dunia penelitian kepada para siswa sejak dini.

Acara dimulai tepat pukul 08.00 WIB dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC). Setelah itu, memasuki agenda kedua pada pukul 08.15 WIB, dilakukan penyampaian sambutan perwakilan BRIN oleh Ersina Rakhma, MT selaku Ketua Tim Direktorat Pengelolaan Laboratorium, Fasilitas Riset, dan Kawasan Sains dan Teknologi. Rangkaian sambutan kemudian dilanjutkan oleh Kepala Madrasah MA Diponegoro pada pukul 08.20 WIB.
Sesi inti acara diisi dengan Workshop Keterampilan Riset yang dipandu langsung oleh Dr. Yosef Prihanto, S.Si, M.Si, seorang periset dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN. Materi workshop yang berlangsung selama satu jam dari pukul 08.25 WIB ini dirancang interaktif untuk mengenalkan kepada siswa bahwa riset bukanlah sesuatu yang rumit atau jauh dari kehidupan sehari-hari.
Peserta diajak memahami bahwa meneliti berawal dari kebiasaan sederhana: memperhatikan, bertanya, membandingkan, lalu mencari jawaban berdasarkan bukti secara teratur, jujur, dan berbasis data. Siswa juga diajak membedakan antara sikap “biasa kepo” dan sikap riset yang benar, yaitu ketika rasa penasaran diolah menjadi pertanyaan yang jelas, data yang terukur, dan kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, Dr. Yosef menekankan pentingnya keterampilan riset bagi pelajar madrasah guna melatih berpikir kritis, menangkal hoaks, mendukung keberhasilan akademik, serta menjadi bekal masa depan. Peserta diperkenalkan pada lima sikap utama peneliti (penasaran, jujur, teliti, terbuka, objektif) dan lima alur riset sederhana (menemukan masalah, merumuskan pertanyaan, mengumpulkan data, menganalisis hasil, menarik kesimpulan). Guna memberikan bekal praktis, diperkenalkan pula metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, angket, dan studi pustaka, yang langsung dipraktikkan oleh siswa melalui latihan kelompok penyusunan topik penelitian sederhana di lingkungan madrasah.
Antusiasme siswa terlihat jelas saat memasuki sesi diskusi interaktif bersama Dr. Yosef Prihanto pada pukul 09.25 WIB. Setelah berdiskusi, agenda berlanjut pada pukul 09.55 WIB dengan pemaparan mengenai laboratorium Kawasan BRIN Yogyakarta yang disampaikan oleh Panji.

Acara formal ditutup oleh MC pada pukul 10.25 WIB, dilanjutkan dengan sesi foto bersama serta penyerahan cinderamata oleh bagian Humas hingga pukul 10.45 WIB. Sebagai penutup seluruh rangkaian kegiatan, Panji mendampingi para siswa dan guru untuk melakukan kunjungan langsung ke laboratorium Kawasan BRIN Yogyakarta hingga pukul 11.45 WIB. Melalui kunjungan dan workshop ini, siswa madrasah diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang kritis, cerdas, dan siap menghadapi tantangan zaman melalui karakter ilmiah yang kuat.Bj
