
Tingkatkan Mutu Berbasis Data, Guru MA Diponegoro Yogyakarta Ikuti Sulingjar
SEMBEGO — Sebanyak sembilan guru Madrasah Aliyah Diponegoro (MADIPO) mengikuti Survei Lingkungan Belajar, Kamis (6/8). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah memetakan kondisi pembelajaran sekaligus menyusun langkah perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan.
Survei dipandu Manajer Kurikulum dan Kegiatan Belajar Mengajar MADIPO, Mohamad Yunus, S.Pd. Seluruh guru mengisi instrumen survei sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
Pihak madrasah memastikan, jawaban guru tidak berpengaruh terhadap penilaian kinerja. Informasi yang dihimpun hanya digunakan untuk kepentingan survei dan pemetaan kondisi lingkungan belajar di madrasah.
Pelaksanaan survei diawali dengan istigasah bersama. Doa dipanjatkan untuk memohon kebaikan dan keselamatan peserta didik, guru, orang tua atau wali, serta kelancaran dan keberhasilan seluruh warga MADIPO dalam menjalankan amanah pendidikan.
Kepala MADIPO Fauzan Satyanegara mengapresiasi partisipasi aktif para guru. Dia menilai, keterlibatan guru dalam survei penting untuk memperoleh gambaran yang objektif mengenai lingkungan belajar di madrasah.
“Survei ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi madrasah untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih baik, terarah, dan menyenangkan,” kata Fauzan.
Selain mengikuti survei, para guru memperoleh penguatan melalui kegiatan Professional Learning Community (PLC). Fauzan mengajak guru untuk terus belajar, berbagi pengalaman, dan meningkatkan kapasitas sesuai dengan bidang masing-masing.
Menurut dia, tugas guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran. Guru juga memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai, membangun karakter, serta menyiapkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan berprestasi.
“Bapak dan Ibu Guru memegang amanah besar dari orang tua, wali murid, dan masyarakat. Kepercayaan itu harus dijaga dengan melaksanakan tugas secara penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Fauzan juga mengingatkan guru agar menyusun rencana pembelajaran secara baik. Instrumen evaluasi, lanjut dia, perlu dipersiapkan secara terarah agar mampu mengukur kemampuan dan perkembangan belajar peserta didik.
Dalam penguatan tersebut, guru didorong memanfaatkan bahasa Inggris sederhana sesuai kebutuhan pembelajaran. Langkah itu diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar peserta didik tanpa mengurangi pencapaian kompetensi utama.
Kegiatan berlangsung lancar dan ditutup dengan doa bersama. MADIPO berharap hasil Survei Lingkungan Belajar dapat menjadi pijakan untuk memperkuat budaya belajar, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan menghadirkan layanan pendidikan yang semakin baik bagi peserta didik.Bj
