• 0811-3201-0001
  • madipoyk@gmail.com
  • Maguwoharjo, Yogyakarta
Silaturahim
Silatrurahim Yayasan & Pengajian Kitab Aswaja, Mengajak Guru untuk Mampu Berfikir Evaluatif dan Kreatif

Silatrurahim Yayasan & Pengajian Kitab Aswaja, Mengajak Guru untuk Mampu Berfikir Evaluatif dan Kreatif

Guru dan karyawan di berbagai tingkatan satuan pendidikan Yayasan Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro adakan silaturahim agung pada Ahad, 16 Februari 2025. Hadir pada silaturahim tersebut, pengurus pendiri Yayasan, pimpinan dan segenap guru karyawan; RA Harapan Bangsa, RA Masyitoh Karangnongko, MI Al Huda Karangnongko, MIMAGO, SMP-SMK-MA Diponegoro, Madin dan LKSA Diponegoro.

Silaturahim dikemas dalam bentuk sarasehan; pembinaan, zikir, tahlil dan pengajian bandongan. Sebagai narasumber, pembaca kitab Risalah Ahlussunnah Wal Jamaah karya Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’i ialah Dr Kiyai Saifuddin SHI MSI CM dengan master of ceremony bertindak moderator Ustadz Risyanto SAg. Silaturahim diadakan di Aula Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro Sembego Maguwoharjo.

Silaturahim bagi Keluarga Yayasan Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro fundamental dan berdampak. Mendekatkan antar guru, karyawan dan pengurus yayasan. Memperbarui niat dan semangat perjuangan mencerdaskan anak bangsa dan menguatkan akhlak mereka melalui jalur pendidikan. Melapangkan rezeki dan memperpanjang umur. Allah Swt sangat menyukai hamba-Nya yang menjaga silaturahim. Dengan bersilaturahim akan terbuka jalan kemudahan terkait kesulitan urusan-urusan duniawi.

Pengasuh Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro Romo  KH Muhammad Syakir Ali menyampaikan kepada segenap guru dan karyawan di semua tingkatan satuan pendidikan untuk senantiasa berbenah dan menjaga amanah. “Jangan hanya seragam guru-gurunya yang bagus. Namun bagaimana pengajaranya, administrasinya dan pelayanannya juga harus bagus. Mari senantiasa mutu pendidikan ditingkatkan!”.

Target masing-masing diusahkan yang sungguh-sungguh agar pendidikan kita semakin berkualitas dan dicari masyarakat. Selanjutnya mari kita doakan anak-anak, para santri dan bapak ibu sekalian keluarga besar Diponegoro beserta para pendukung pesantren senantiasa sehat lahir batin dan mendapatkan rahmat dari Allah Swt. Demikian Romo Kiyai memberikan pesan dilanjutkan memimpin tahlil dan doa.

Narasumber pengajian, Dr Kiyai Saifuddin SHI MSI CM membawakan Kitab Risalah Ahlussunnah Wal Jama’ah KH Muhammad Hasyim Asy’ari. Satu pasal dibedah, Sunnah & Bid’ah. Sunnah dapat dipahami sebagai jalan agama dan jalan yang ditempuh Rasul Saw, dan yang lainnya yang faham terhadap agama dari kalangan sahabat, khulafaurrasyidin.

Sementara itu bid’ah merupakan pembaruan perkara dalam agama yang menyerupai ajaran agama itu sendiri namun bukan bagian dari agama baik bentuknya ataupun hakekatnya. Bid’ah bukan hal terkait putih dan hitam, halal dan haram. Sebagai mana pemaknaan suatu hadis yang selama ini dipahami orang-orang diluar faham ahlussunah waljama’ah. Mereka kehilangan pemahaman dalam menterjemahkan “Wakullu mukhdatsatin bid’atun” (HR An Nasai, Ibn Majjah).

Dalam urusan agama diperlukan pemahaman ilmu yang mendalam (deep learning). Mengetahui , faham, mengerti akan ushul dan furu’nya, serta kaidah-kaidah lain yang diperlukan dalam perkara agama sangatlah penting. Selaras dengan ini Syeikh Zaruq sebagaimana yang dikutip KH Hasyim Asyari dalam Risalah Ahlussunah Wal Jama’ah diperoleh penjelasan, tidak benar setiap hal baru disebut bid’ah.

Memerlukan pemikiran level tinggi dalam mendefinisikan bid’ah. Hal baru dikatakan bidah bila zero dari mendekatkan diri kepada Allah. Pembaruan yang memiliki landasan usul dalam agama dan memiliki korelasi mendekatkan diri kepada Allah tidak termasuk kategori bid’ah.

Ngaji Aswaja bagi guru karyawan Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro menstimulasi berfikir level tinggi. Tidaklah cukup jika hanya mengetahui atau faham. Namun juga mesti berfikir detail secara analitis, evaluatif dan kreatif. Ngaji aswaja pada bab Sunnah dan Bid’ah mengajak segenap guru karyawan untuk bagaimana mampu berfikir tingkat tinggi, evaluatif dan kreatif.

Penting untuk dikatakan sini bahwa pada pasal pertama kitab ini KH Hasyim Asy’ari menukil dan menjelaskan pendapat dari Syekh Zarruq yang menjelaskan bahwa penilaian akan suatu perbuatan, atau sesuatu apa pun sebagai bid’ah harus dipertimbangkan dari tiga segi, yaitu (1) dari segi adanya landasan atau tidak, termasuk pertimbangan bertentangan dengan dalil atau tidak; (2) pengukuran dengan kaidah-kaidah yang ditetapkan para imam dari ulama salaf; dan (3) mempertimbangkan dari syawahid hukum yang kemudian diperinci ke dalam 6 pertimbangan hukum yakni bid’ah yang wajib, nadb (sunnah), haram, makruh, khilaf al-aula dan mubah.

Kitab Risalah Ahlussunah Wal Jama’ah yang disusun KH Hasyim Asy’ari mencerahkan dan full berkah. Konsep, definisi sunnah dan bidah memberikan pencerahan dan menuntun laku kehidupan beragama yang benar dan lurus. Tidak semata hal putih dan hitam.

Berikut contoh kategori bid’ah dalam kehidupan sehari-hari. Bid’ah wajib, belajar nahwu-sharaf. Bid’ah sunnah, mendirikan lembaga pendidikan pesantren. Bid’ah haram, paham mazhab mujassimah dan qadariyah. Bid’ah makruh, menghiasi masjid dengan tulisan secara berlebihan. Bid’ah mubah, berjabat tangan selesai salat.

Dr Kiyai Saifuddin SHI MSI CM membacakan Risalah Ahlussunnah Wal Jama’ah secara jelas, ringkas dan mantap. Poin sunnah dan bid’ah dapat menguatkan  pemahaman keagamaan guru karyawan. Pendidikan Ahlussunnah Wal Jamaáh (Aswaja) paham keislaman yang mengarahkan nan menggerakkan umat Muhammad hingga kini, termasuk bagi para guru.

Guru yang baik memiliki daya juang, pantang menyerah dan berani. Memiliki adab dan senantiasa memberikan dorongan dan dukungan terbaik kepada anak didik. Menghargai mereka dan mampu berkomunikasi efektif. Ikhlas dan mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menggairahkan. Bertindak berdasarkan ilmu dan terbuka terhadap keberagaman. Siap siaga mendapati masukan dan bergembira menerimanya. Guru yang baik memiliki pribadi yang tawadu, tenang dan bijak sana dalam mengelola atau menghadapi konflik.

Pondok pesantren lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Dari zaman ke zaman senantiasa berkontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa sedari pra kemerdekaan, awal dan pasca kemerdekaan hingga lestari kini dan ke depan. Pesantren memiliki corak pendidikan yang khas dalam membangun generasi yang cerdas, islami dan nasionalis. Berilmu, berakhlak al karimah dan berkemandirian.

Silaturahim dan pengajian penguatan guru karyawan usai. Dilanjut pimpinan lembaga konsolidasi untuk persiapan-persiapan project sebab Yayasan Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro Sembego Maguwoharjo merupakan salah satu dari tiga pesantren DIY, yakni MBS, Pondok Pesantren Krapyak dan Diponegoro yang dinominasikan mendapatkan Program Makan Bergizi (MBG) 2025 dari pemerintah. Bj

Bagikan berita :